TK Nurul Iman Kenalkan Satwa Liar ke Peserta Didik

TK Nurul Iman Kenalkan Satwa Liar ke Peserta Didik

CATATAN.CO.ID, Sampit – Taman Kanak-Kanak Nurul Iman atau lebih dikenal Raudhatul Athfal Nurul Iman, Sampit, Kotawaringin Timur, mengajarkan sesuatu yang beda bagi peserta didiknya. Para peserta didik dikenalkan berbagai jenis satwa liar.

Pihak sekolah mendatangkan Aktivis Pecinta Satwa Liar di Sampit, Hari Siswanto, Sabtu, 26 November 2021 lalu. Hari mengenalkan berbagai jenis satwa liar seperti ular, biawak, kadal, dan lain-lainnya.

“Antusias murid-murid begitu luar biasa. Bahkan ada yang tidak mau pulang dan nangis ketika diajak pulang karena masih senang melihat ular,” katanya, Senin, 29 November 2021.

Awalnya peserta didik merasa takut. Namun kelamaan akhirnya penasaran dan suka.

“Semua kami kenalkan dan jelaskan kepada anak-anak, yang terpenting menanamkan rasa kasih sayang terhadap hewan ciptaan Allah,” ujarnya.

Adapun tema kegiatan tersebut adalah “Binatang Ciptaan Allah” kegiatan tersebut dipandu oleh aktivis pecinta satwa liar dan juga petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Kotim.

Hari menuturkan kegiatan bertujuan mengenalkan sekaligus menanamkan kepedulian anak-anak terhadap sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan, baik itu reptil seperti ular, biawak, hewan berkaki, mamalia, dan lain-lain.

Ia menjelaskan, pelajaran yang berikan kepada anak-anak tersebut antara lain, mengenalkan berbagai jenis reptil, baik ular maupun biawak. Mengedukasi anak-anak untuk dapat mengambil tindakan yang tepat jika sewaktu-waktu tak sengaja bertemu makhluk tersebut.

“Misalnya, jika melihat ular jenis piton yang tak berbisa dan kurang berbahaya, cukup diusir menggunakan sapu, pengki, dan segala macam alat yang mudah ditemukan,” katanya.

Sedangkan, jika bertemu ular berbisa dan berbahaya seperti kobra atau king kobra, sebaiknya segera menghindar dan melapor ke orang tua atau orang dewasa yang ada di sekitar.

“Sekalian kami praktikan, supaya mereka lebih mudah memahaminya, sambil menunjukkan jenis ular yang dimaksud,” imbuh Hari.

Berikutnya, menanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap hewan lainnya, seperti kura-kura, sehingga mereka bisa belajar menjaga dan melestarikan sesama makhluk hidup. Karena kalau tidak dimulai dari sekarang maka cepat atau lambat makhluk-makhluk tersebut akan punah.

“Tujuan kami juga ingin mengampanyekan sejak dini pada anak-anak, bahwa makhluk ciptaan Allah jangan pernah dibunuh, biarlah mereka hidup selayaknya di alam bebas,” ungkapnya. (C1)

 

administrator

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *