Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Hendra Sia Minta Pemkab Kotim Sigap Lindungi Pelajar

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Hendra Sia Minta Pemkab Kotim Sigap Lindungi Pelajar

CATATAN.CO.ID, Sampit – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang semakin memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian dari anggota Komisi II DPRD Kotim, Hendra Sia.

Hendra yang juga Ketua DPD Partai Perindo Kotim itu meminta pemerintah daerah untuk lebih sigap dalam menyikapi kondisi tersebut, khususnya berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, memburuknya kualitas udara akibat kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan anak-anak yang tetap harus beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Kita minta pemerintah daerah sigap melihat kondisi ini. Jangan sampai proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, sementara kualitas udara sudah semakin memburuk dan bisa membahayakan kesehatan anak-anak kita,” kata Hendra.

Ia menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat terkait kegiatan belajar mengajar apabila kondisi kualitas udara sudah berada pada level yang tidak aman. Hal tersebut penting untuk mencegah siswa terpapar asap dalam waktu yang cukup lama.

“Anak-anak ini termasuk kelompok yang harus mendapat perhatian. Mereka berangkat ke sekolah, berada di luar ruangan, kemudian pulang lagi. Kalau udara sudah tidak sehat bahkan masuk kategori berbahaya, tentu ini harus menjadi pertimbangan pemerintah,” ujarnya.

Hendra juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa.

Dia menambahkan, informasi mengenai kondisi kualitas udara harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan, termasuk apakah kegiatan belajar mengajar perlu dilakukan secara normal, dibatasi, atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah ketika sudah ada murid yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” tegasnya.

Selain persoalan pendidikan, Hendra juga mendorong pemerintah agar terus memperkuat penanganan karhutla. Memburuknya kualitas udara merupakan dampak langsung yang dirasakan masyarakat dan harus segera ditangani secara serius.

“Kita berharap penanganan karhutla ini menjadi perhatian bersama. Pemerintah harus bergerak cepat, bukan hanya ketika api membesar, tetapi juga bagaimana dampaknya terhadap masyarakat, terutama kesehatan,” pungkasnya. (C-A)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *