Anggota PGRI di Kotim Harus Jaga Kerukunan

Anggota PGRI di Kotim Harus Jaga Kerukunan

CATATAN.CO.ID, Sampit – Seluruh anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kotawaringin Timur diminta untuk menjaga kerukunan dan kekompakan. Pesan ini disampaikan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 PGRI.

“PGRI adalah mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan. Karena itu kami berharap PGRI selalu menjaga solidaritas dan keutuhan organisasi ini,” kata Halikinnor, Senin, 13 Desember 2021.

Tak hanya itu seluruh anggota PGRI juga diajak mengenang sejarah para guru di tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi guru dengan perbedaan paham dan golongan.

“Sebelum akhirnya melebur menjadi satu organisasi, yakni PGRI,” imbuh Halikinnor.

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang juga merupakan rangkaian peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2021 itu, Halikinnor ingin membuktikan bahwa pembatasan jarak yang terjadi saat ini tak memenjarakan para guru dan masyarakat umumnya untuk berkarya. Justru harus dijadikan momentum kebangkitan berkarya.

“Justru dengan adanya pandemi Covid-19,  masyarakat secara tidak langsung bertransformasi menjadi manusia yang lebih maju dan berbasis digital. Sebab, dengan adanya sejumlah pembatasan selama pandemi, masyarakat harus beradaptasi dan berinovasi agar aktivitas dan kehidupan tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperingati 3 hari besar nasional sekaligus, Senin, 13 Desember 2021. Ketiga hari besar nasional tersebut, antara lain Peringatan ke-27 Hari Guru Nasional (HGN), Hari Ulang Tahun ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2021.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Suparmadi, mengungkapkan pelaksanaan satu upacara untuk memperingati 3 hari besar ini merupakan keinginan dari Bupati Kotim. Dikarenakan, Kotim masih berada di situasi pandemi Covid-19, sehingga acara-acara yang sifatnya mengumpulkan orang banyak harus diminimalkan.

Kendati demikian, Pemkab Kotim tetap ingin melaksanakan upacara sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap para guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Sehingga, diputuskan untuk menggelar upacara walau harus menggabungkan 3 peringatan hari besar sekaligus.

Adapun upacara hari itu dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Staf ahli bupati, Sekretaris Daerah, Asisten Setda Kotim, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, PGRI se-Kotim, dan tamu undangan. Selain upacara, kegiatan diisi dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan bagi para guru dan anak-anak Sempoa yang berhasil menorehkan prestasi. (C1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *