5 Desa Wisata yang Dapat Kamu Kunjungi Setelah Menonton MotoGP Mandalika

5 Desa Wisata yang Dapat Kamu Kunjungi Setelah Menonton MotoGP Mandalika

CATATAN.CO.ID, Jakarta – Ajang balap internasional MotoGP tahun ini diselenggarakan di
Indonesia, tepatnya di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 18-20 Maret mendatang.
Sebanyak 2.500 official akan menghadiri event tersebut dan masyarakat NTB juga amat
antusias untuk menerima kedatangan mereka. Sirkuit Mandalika sendiri dipastikan akan
menampung 100.000 penonton, para pelaku wisata pun berlomba-lomba untuk mempersiapkan
diri menjelang perhelatan akbar ini.

Dengan prediksi bahwa Mandalika akan didatangi banyak pengunjung, baik turis luar negeri
maupun dalam negeri. Hal ini membuat para pelaku industri pariwisata di Mandalika dapat
merasakan angin segar untuk memperkenalkan desa wisata yang ada di wilayah NTB. Melalui
hal tersebut, RedDoorz membagikan beberapa rekomendasi desa wisata yang patut untuk
dikunjungi setelah menonton MotoGP di Mandalika.

1. Desa Wisata Karang Pule
Karang Pule merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Di Desa Wisata ini, wisatawan dapat berinteraksi
secara langsung dengan para pengrajin, mengenai cara pengolahan mutiara dari awal
pengambilan mutiara, berupa bahan mentahnya hingga diproses menjadi cinderamata
yang dijual di toko-toko milik warga itu sendiri. Untuk dapat mengunjungi desa wisata ini,
diperlukan perjalanan selama 40 menit dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul
Madjid (BIZAM) (33km) dan 32 menit (22km) dari Pelabuhan Lembar dengan
menggunakan kendaraan pribadi.

Mutiara Desa Karang Pule (Sumber: Dok. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat)

Jika kamu berkesempatan untuk mengunjungi Lombok dan berencana untuk pergi
melihat Desa Wisata Karang Pule ini, kamu dapat mencoba untuk menginap di
RedDoorz Syariah di dekat Epicentrum Mall, RedDoorz Jalan Pendidikan Mataram atau
RedDoorz near Mataram University untuk menginap dan beristirahat setelah berwisata
di Karang Pule.

2. Desa Wisata Gili Gede Indah
Desa Gili Gede Indah merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kecamatan
Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa wisata ini
merupakan desa yang memiliki potensi wisata berupa marine tourism (wisata bahari), di
sana terdapat banyak pulau-pulau kecil yaitu Gili Asahan, Gili Rengit, Gili Layar, dan Gili
Anyaran. Gili-gili kecil tersebut terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Di desa
wisata ini sudah terdapat beberapa akomodasi mulai dari homestay, dan villa untuk
wisatawan yang ingin beristirahat. Tidak hanya akomodasi, di desa Gili Gede Indah ini
juga terdapat warung-warung kecil, toilet, pusat informasi, camping ground, dan pusat
kesehatan, sehingga memudahkan bagi para wisatawan.

Keindahan Bawah Laut Gili Gede Indah (Sumber: Dok. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara
Barat)

Untuk dapat sampai ke Desa Wisata Gili Gede Indah ini, diperlukan perjalanan selama 1
jam 37 menit (67 km) dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid atau 46 menit
dari Pelabuhan Lembar dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tempat ini pun dapat
diakses menggunakan slow boat dengan waktu tempuh 30-35 menit dari Pelabuhan
Tanjung Kelor.

3. Desa Wisata Labuan Buwun Mas
Buwun Mas merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Sekotong, kabupaten
Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Buwun Mas berbatasan
langsung dengan wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah di bagian timur, dan
berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan. Desa Buwun Mas
terkenal memiliki bukit yang indah, padang savana, dengan latar belakang perbukitan
dan pantai yang menawan. Untuk menuju ke desa ini dapat ditempuh dengan perjalanan
selama 1 jam 24 menit (48 km) dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
(BIZAM) dengan kendaraan pribadi dan jalan yang memadai.

Desa Wisata Labuan Buwun Mas (Sumber: Dok. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara
Barat)

4. Desa Wisata Labuhan Pelangan
Pelangan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sekotong, Kabupaten
Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini merupakan satu dari
enam desa dan kelurahan yang ada di kecamatan sekotong. Untuk sampai ke desa
wisata ini, wisatawan dapat menempuh 59 menit (41 km) perjalanan dengan kendaraan
dari Pelabuhan Lembar dan 1 jam 35 menit (72 km) dari Bandara Internasional
Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Desa ini merupakan desa wisata berbasis marine
tourism (wisata bahari), dan juga desa ini memiliki wisata alam yang indah berupa
bentang pantai yang luas, seperti Pantai Mekaki dan Pantai Selindungan. Selain itu juga
terdapat beberapa objek wisata alam berupa air terjun dan bukit yang dapat
memanjakan mata wisatawan saat berkunjung ke tempat-tempat ini.

Desa Wisata Labuhan Pelangan (Sumber: Dok. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat)

5. Desa Wisata Banyumulek
Desa Banyumulek merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kecamatan Kediri,
Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Wisata ini merupakan
desa yang memiliki potensi wisata berupa kerajinan gerabah, karena Desa Banyumulek
merupakan sentra kerajinan gerabah terbesar yang ada di Lombok. Tidak hanya wisata
gerabah, desa ini juga terkenal dengan Wisata Religinya, karena di sana terdapat Masjid
yang unik yang bernama “Masjid Kembar Menara Tunggal”. Desa Wisata Banyumulek
ini juga sudah terdapat beberapa homestay untuk wisatawan yang ingin beristirahat atau
pun menginap, homestay ini dikelola oleh masyarakat setempat. Tidak hanya homestay,
di Desa Banyumulek juga terdapat warung- warung kecil, toilet, pusat informasi, dan
area wifi gratis.

Desa Wisata Banyumulek (Sumber: Dok. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat)

Untuk menuju Desa Wisata Banyumulek ini, para wisatawan bisa menggunakan
kendaraan roda dua dan roda empat, karena akses sudah cukup bagus. Jika wisatawan
datang dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), akan menempuh
jarak sejauh 25,4 km dengan waktu tempuh sekitar 29 menit, atau akan menempuh
jarak sejauh 14,4 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Pelabuhan Lembar.
Jika kamu ingin mengunjungi tempat ini, kamu dapat menginap di salah satu properti
Reddoorz Syariah di dekat Lombok Epicentrum Mall, untuk beristirahat selepas
berwisata ke Desa Wisata Banyumulek.

Kelima destinasi desa wisata tersebut sangat menarik untuk kamu kunjungi ketika kamu pergi
ke Mandalika untuk menonton MotoGP. Selain untuk menonton perhelatan internasional
tersebut, tidak ada salahnya juga untuk mengeksplorasi desa-desa wisata indah yang ada di
sana. Namun, jangan lupa untuk terus mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan pastikan
kamu menginap di akomodasi yang aman serta nyaman seperti RedDoorz.

“Kami mengajak para wisatawan untuk berlibur bersama RedDoorz, untuk mendapatkan
pengalaman menyenangkan saat menginap. Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan menginap
masyarakat sebagai tempat singgah untuk kembali melanjutkan wisata ke tujuan mereka. Kami
juga telah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat agar dapat memberikan
pengalaman desa wisata bagi para wisatawan yang akan mengunjungi Lombok, yang
diharapkan juga dapat serta mendukung perekonomian masyarakat di sana,” ujar Fidel Ali, PR
Manager RedDoorz Indonesia. (*/CP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *