Warga Perumahan Bina Karya Angkut Sampah ke TPA Kotim Secara Swadaya   

Warga Perumahan Bina Karya Angkut Sampah ke TPA Kotim Secara Swadaya  

CATATAN.CO.ID, Sampit – Warga Perumahan Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6,6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kota Sampit, bahu membahu mengangkut sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampit, Jalan Jenderal Sudirman, Kilometer 14, Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Sampah sudah kami angkut kemarin sore, hari Jumat. Sekarang kita sedang menimbun sedikit sisa-sisa sampahnya dan membuat tempat penampungan sampah sementara. Untuk mobilitas pengangkutan, kita menggunakan 2 ekskavator dan 5 truk. Kita bayar jasa operator dan bahan bakar-nya. Hasil urunan warga Bina Karya Permai,” ungkap Ketua RT 013/RW 002, Salahuddin, Kelurahan Pasir Putih, Sabtu, 12 November 2022.

Sehari sebelumnya, Jumat, 11 November 2022, saat sore, warga Perumahan Bina Karya mengangkut tumpukan sampah di sebidang lahan kosong milik pemerintah yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di wilayah itu.

Pengangkutan sampah tersebut dikoordinasikan tiga ketua RT di perumahan itu, yakni ketua RT 013, 006, dan 017. Sebagai salah satu koordinator, Salahuddin mengatakan, sudah sekitar 3 bulan ini sampah di wilayahnya tidak diangkut.

“Sebelumnya di situ udah ada satu unit kontainer bak sampah. Karena kondisi kontainernya rusak. Jadi, penumpukan sampah lebih masif,” Ujar salahuddin.

Lanjutnya, warga Perumahan Bina Karya menjadi terganggu dan tidak nyaman dengan adanya sampah yang menumpuk itu. Apalagi, saat ini Sampit sedang memasuki musim hujan.

Dari pantauan Salahuddin, air lindi dari tumpukan sampah tersebut yang timbul akibat hujan membuat bau busuk sampah semakin menyengat. Selain itu, dikhawatirkan, sampah membawa vektor penyakit. Terlebih, banyak ceceran sampah yang masuk ke dalam badan air di sekitar lahan TPS sampah tersebut.

Salahuddin pun mengaku, pihaknya sudah mencoba menghubungi pihak-pihak terkait untuk mengatasi permasalahan sampah ini.

“Kami sudah menghubungi pihak DLH, Lurah, dan RW. Tapi, karena keterbatasan armada dan lain-lain. Maka, sampah-sampah tidak bisa keangkut. Jadi, masyarakat berinisiatif untuk urunan mengangkut sampah,” tuturnya.

Adapun, Salahuddin mengungkapkan, total truk yang digunakan sudah mengangkut sampah dari TPS itu ke TPA hingga 18 rit. Ia pun berharap, ke depannya ada kerja sama antar lini dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Harapan ke depannya, diintensifkan kerja sama antar lini. Bak sampah disiapkan. Kalaupun tidak ada, paling tidak ada pengangkutan secara terjadwal. Agar masyarakat bisa turut membantu.,” ucap Salahuddin.

Sementara itu, sebagai gambaran, Salahuddin mengatakan, Perumahan Bina Karya menghasilkan sampah rumah tangga sebanyak 5 Tosa atau motor bak roda tiga dalam sehari. (C10) 

 

administrator

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *