Kejati Kalteng Tahan Dua Tersangka Kasus Dana Hibah KONI Kotim

Untitled 1
Kejati Kalteng Tahan Dua Tersangka Kasus Dana Hibah KONI Kotim

CATATAN.CO.ID, Palangka Raya – Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah, yakni Ketua KONI Kotawaringin Timur berinisial AU dan Bendahara KONI Kotim BP ditahan Kejati Kalteng, Kamis malam, 20 Juni 2024.

AU dan BP sempat ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejati Kalteng pada Kamis  siang. Alasan ditetapkan DPO karena keduanya tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati.

AU dan BP tiba di kantor Kejati Kalteng, Jalan Imam Bonjol Kota Palangka Raya, Kamis malam sekitar  pukul 19.20 WIB.

Tampak mereka datang didampingi kuasa kukumnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya dikenakan borgol lalu dan rompi tahanan digiring ke mobil tahanan Kejati Kalteng.

Mahdianianur selaku kuasa hukum AU dan BP, pada Rabu, 19 Juni 2024 mengatakan, kedua tersangka berhalangan hadir karena terkena musibah saat hendak berangkat ke Palangka Raya.

“Beliau kehilangan tas, sehingga komunikasi tidak bisa. Kemudian kembali ke Jakarta mendatangi temannya di Jakarta untuk menghubungi kami, dan mengatakan tidak bisa berhadir,” kata Mahdianianur.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah, Dr. Undang Mugopal, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng, Douglas Pamino Nainggolan menegaskan, penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kotim dilakukan secara transparan.

“Perlu saya tegaskan di sini, penyidikan ini transparan. Siapa pun bisa mengikuti penanganan perkaranya, dan materi perkaranya bisa ditanyakan kepada saya. Sama sekali tidak ada yang ditutup-tutupi dari penanganan perkara,” tegas Douglas setelah melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka yang menyerahkan diri setelah dilakukan panggilan sebanyak tiga kali.

Setelah pemeriksaan, tim penyidik memutuskan untuk menahan kedua tersangka dengan alasan mereka berpotensi melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Tersangka AU (Ketua KONI Kotawaringin Timur) dan BP (Bendahara KONI Kotawaringin Timur) ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Palangka Raya.

“Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kajati Kalteng, dengan Nomor PRIN-08/O.2/Fd.2/06/2024 dan PRIN-09/O.2/Fd.2/06/2024 tanggal 20 Juni 2024, kedua tersangka ditahan selama 20 hari mulai 20 Juni 2024 hingga 9 Juli 2024,” ungkap Douglas.

Penahanan dilakukan dengan dua alasan utama, yaitu objektif dan subjektif. “Ditakutkan kedua tersangka akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri,” tambahnya.

Tersangka AU dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 3 jo Pasal 9 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. BP juga dijerat dengan pasal yang sama.

Penyidikan terhadap kedua tersangka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap lebih detail kasus ini. Pascapenahanan, status DPO kedua tersangka otomatis dicabut.

Kejati Kalteng resmi menetapkan status tersangka kepada 2 orang pengurus KONI Kotawaringin Timur, yakni AU dan BP setelah menemukan sedikitnya dua alat bukti yang membuat terang tindak pidana tersebut.

Kedua pengurus KONI Kotim ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, sejak Tahun Anggaran 2021 hingga 2023. (C4)

Ucapan Selamat Lebaran Catatan 2024

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang KamiRedaksi | Pedoman Media SiberDisclaimer

© Copyright catatan.co.id. Designed and Developed by catatan.co.id