Kemeriahan HUT Bhayangkara di Sampit, Catur dan Domino Satukan Warga

495dc26e 57bd 4c4c 96fb 4a291ab49a7c
Pembukaan turnamen catur dan domino dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara di Jalan Nanas IV, Senin malam, 8 Juni 2026.

CATATAN.CO.ID, Sampit – Bidak-bidak catur bergerak perlahan di atas papan, sementara di sudut lain kartu-kartu domino berpindah tangan dengan penuh perhitungan. Di sela tawa, diskusi, dan sorak dukungan, suasana kebersamaan begitu terasa di kediaman tokoh masyarakat H. Sidi Ihsan Nur, SE, di Jalan Nanas IV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Selama dua hari, 8 – 9 Juni 2026, rumah yang biasanya menjadi tempat berkumpul warga itu berubah menjadi arena kompetisi sekaligus ruang silaturahmi. Turnamen catur dan domino yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan dalam suasana yang penuh keakraban.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama jajaran kepolisian dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kotawaringin Timur, yang turut mendukung pelaksanaan turnamen catur sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga prestasi di daerah.

Di atas papan catur, para peserta dituntut berpikir beberapa langkah ke depan. Sementara pada meja domino, konsentrasi dan kemampuan membaca permainan lawan menjadi kunci kemenangan. Namun lebih dari sekadar adu strategi, kegiatan tersebut menghadirkan ruang interaksi yang mempererat hubungan antara masyarakat dan kepolisian.

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zulkarnaen, mengatakan peringatan HUT Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui aktivitas yang mampu memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

“Momentum HUT Bhayangkara menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan olahraga dan permainan yang positif seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan, sportivitas, serta komunikasi yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, baik catur maupun domino memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan kehidupan bermasyarakat, seperti ketelitian, kesabaran, kemampuan mengambil keputusan, dan menghargai lawan.

Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, Kapolsek Ketapang AKP Anis yang bertindak sebagai penanggung jawab turnamen mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat.

“Kami melihat masyarakat sangat menikmati kegiatan ini. Tujuan utamanya bukan hanya mencari juara, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan antara warga dan kepolisian dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan,” katanya.

a0bab45c 642f 453f 80ba 5626c0c50025
Kapolsek Ketapang AKP Anis saat bermain catur bersama warga.


AKP Anis juga menyampaikan apresiasi kepada Percasi Kotim yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan turnamen catur, sehingga kegiatan dapat berjalan lebih terarah dan kompetitif.

Sementara itu, H. Sidi Ihsan Nur selaku tuan rumah menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dan permainan rakyat dapat menjadi media pemersatu masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepolisian yang telah memilih kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Dengan adanya turnamen ini, warga bisa berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menyalurkan hobi dalam suasana yang positif,” tutur pria yang akrab disapa Haji Ihsan ini.

Menurutnya, kehadiran peserta, penonton, pengurus Percasi, serta unsur kepolisian dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui cara-cara sederhana yang menyenangkan.

Menjelang peringatan HUT Bhayangkara pada 1 Juli 2026, turnamen catur dan domino di Jalan Nanas IV menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Di antara langkah-langkah bidak catur dan hitungan kartu domino, tumbuh semangat persaudaraan yang mempertemukan masyarakat dan kepolisian dalam satu tujuan yang sama: menjaga kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan merawat keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. (C-A)

BERITA TERKAIT