Banjir Melanda Kecamatan Tualan Hulu, Empat Desa Terendam

Banjir di Kecamatan Tualan, Kabupaten Kotawaringin Timur, mencapai paha orang dewasa, Kamis, 22 September 2023.
Banjir di Kecamatan Tualan, Kabupaten Kotawaringin Timur, mencapai paha orang dewasa, Kamis, 22 September 2023.

CATATAN.CO.ID, SAMPIT – Banjir melanda Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Sejak Rabu, 20 September 2023.

Banjir di kecamatan tersebut merendam empat desa yakni Desa Tumbang Mujam, Desa Merah , Desa Luwuk Sampun, dan Desa Sebungsu

“Banjir ini terjadi karena adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi selama dua hari berturut-turut, yakni pada Senin, 18 September 2023 dan Selasa, 19 September 2023. Hujan ini menyebabkan air Sungai Tualan meluap,” ujar Camat Tualan Hulu, Admadi Sastra, Jumat 22 September 2023.

Saat ini ada empat desa yang tergenang banjir, yakni Desa Tumbang Mujam, Desa Merah, Desa Luwuk Sampun, dan Desa Sebungsu. Sebelumnya, Desa Tanjung Jorong juga sempat terdampak tapi sudah surut.

“Biasanya banjir kiriman seperti ini tidak berlangsung lama, asalkan tidak ada hujan lagi, maka dalam waktu 1-2 hari banjir akan kembali surut, tetapi kami tetap melakukan pengawasan untuk mengantisipasi bila debit air semakin naik,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan pihaknya banjir yang merendam 3 desa tersebut memiliki kedalaman 35 cm hingga 80 sentimeter. Meski, terkesan dalam namun banjir belum sampai masuk ke dalam rumah warga, sebab rata-rata bangunan rumah yang ada di wilayah tersebut memiliki pondasi yang tinggi.

“Situasi warga masih aman, karena warga di sana sudah terbiasa dengan kondisi banjir seperti ini, kecuali ada hujan lagi itu yang perlu dikhawatirkan, karena debit air bisa naik,” ungkapnya.

Admadi juga menjelaskan, banjir tidak berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Sebab wilayah tersebut memang langganan banjir.

“Untuk transportasi di desa warga menggunakan perahu, selain itu juga terdapat jalan alternatif yang sudah dibangun oleh masyarakat bersama perusahaan swasta setempat, sehingga mobilitas masyarakat masih lancar.

Sedangkan, untuk fasilitas umum seperti sekolah juga masih berjalan, hanya saja dari informasi yang saya terima banyak murid yang tidak hadir ke sekolah karena banjir,” jelasnya lagi.

Lanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa akan terus melakukan pemantauan. Jika dalam 3-4 hari debit air kembali meningkat, maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah preventif.

Antara lain menggencarkan sosialisasi ke masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi-potensi bahaya selama banjir, berkoordinasi dengan Pemkab Kotim supaya ada tindakan pengamanan dan bantuan, baik berupa sembako maupun pengobatan.

“Kami berharap dalam beberapa hari ini debit air menjadi normal seperti biasanya, dan saya berharap warga tualan hulu juga waspada terhadap banjir,” tutupnya. (C8)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *