38 Guru Penjaskes di Kotim Diberi Pelatihan Manajemen Organisasi Olahraga

38 Guru Penjaskes di Kotim Diberi Pelatihan Manajemen Organisasi Olahraga

CATATAN.CO.ID, Sampit –  38 guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kotawaringin Timur mendapat pelatihan manajemen organisasi olahraga dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat, Selasa (22/11).

Staf Ahli Bupati Kotim Najmi Fuadi menyampaikan, peran dan inovasi guru Penjaskes sangat diharapkan. Ini penting untuk mengawali pembangunan olahraga di daerah itu.

“Saya harap pelatihan seperti ini tidak hanya tingkat SD dan SMP nanti juga bisa tingkat Pendidikan anak usia dini atau taman kanak-kanak PAUD. Sebab  mengajak anak usia dini untuk olahraga agak sulit dibanding SD atau SMP ,” ucapnya.

Ia berharap dinas terkait terus melanjutkan program ini. Tak hanya dilakukan di dalam Kota Sampit, tapi juga untuk peserta dari luar kota atau kecamatan lain selain Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Menurut Najmi yang saat itu membacakan sambutan Bupati Kotim Halikinnor, peran guru Penjaskes sangat penting dalam pembentukan karakter dan sikap peserta didik.

“Hal ini bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih,” imbuhnya.

Sementara dalam pelatihan tersebut diawali dengan pembukaan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada dua orang perwakilan guru Penjaskes.

Najmi berharap usai pelatihan ini guru bisa menambah ilmu tentang manajemen organisasi olahraga untuk diterapkan di sekolah.  Sehingga dalam mendidik dan memberikan pengetahuan tentang penjaskes,  murid  dapat menyerap pengetahuannya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kotim Wim Reinhard Kaluwa Benung menambahkan, pelatihan itu merupakan program rutin yang digelar oleh Dispora. Materi yang disampaikan khusus untuk guru Penjaskes atau guru olahraga untuk SD dan SMP.

“Kami memandang bahwa pelatihan olahraga dimulai dari usia dini. Jadi diharapkan dari usia dini atlet sudah tercipta, sudah tercetak pada saat mereka dari SD dan SMP,” terangnya.

Dalam kegiatan ini peserta akan dilatih mengenai sistem manajemen olahraga. Sehingga diharapkan hal ini bisa mereka laksanakan di sekolah masing-masing. Selain itu, nanti sekolah yang dilatih akan dapat menghasilkan atlet yang dapat mengharumkan nama Kotim. (C1)

administrator

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *