CATATAN.CO.ID, Sampit – Masyarakat Peduli Api (MPA) Graha Pramuka melawan api siang dan malam. Komunitas ini berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk menyelamatkan permukiman mereka dari amukan si jago merah.
“Kebakaran terjadi seminggu lebih apalagi lahan terbakar di dekat permukiman warga yang dihuni,” kata ketua RT 35 Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur Januar Ihsan, Kamis, 7 September 2023.
Kekhawatiran tersebut membuat warga selalu siap siaga. Semula MPA Graha Pramuka hanya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Bahkan hanya menggunakan ranting dan daun basah. Namun kini telah terbantukan dengan peralatan pinjam pakai dari BPBD Kotim dan PT RMU.
Masyarakat yang mendadak terlibat memadamkan api akibat kebakaran lahan ini bahkan sempat bergelut dengan kepulan asap di tengah semak belukar.
“Pelajaran bagi kita agar tidak berdiri di bawah asap atau mengikuti arah angin,” kata Januar.
MPA Graha Pramuka bahkan terlibat pemadaman bersama BPBD Kotim saat api menjadi di Jalan Pramuka Sampit, Minggu, 3 September 2023.
“Kami ikut menjaga agar api tidak sampai mengenai perumahan,” katanya.
Apalagi, imbuh dia, di permukiman Graha Pramuka itu banyak anak-anak. Kondisi ini tentu membuat mereka rentan terserang ISPA atau penyakit sejenis lainnya. Bahkan, sejumlah warga juga terpaksa mengungsi karena kabut asap menyelimuti perumahan tersebut. (C4)










