CATATAN.CO.ID, Sampit – Maraknya aksi penjambretan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur membuat resah warga. Bahkan dikhawatirkan adanya komplotan jambret yang sudah siap beraksi disetiap waktu.
“Kami minta agar aparat kepolisian menangkap pelaku jambret yang baru-baru ini terjadi. Dan diusut tuntas, apakah ada pelaku lain atau komplotannya,” kata anggota Komisi I DPRD Kotim, Abadi, Senin, 10 Oktober 2022.
Karena, sebutnya, korban penjambretan yang belum lama ini terjadi di Jalan Caman nampak tidak menggunakan perhiasan berlebihan, artinya si pelaku mengetahui ada banyak uang dibawa korban.
“Karena pelaku mengincar tasnya, artinya pelaku ini sudah memantau korban sejak berangkat atau malah sudah lama sampai mengetahui isi tasnya. Itu bisa dilakukan kalau pelakunya lebih dari satu,” sebut Abadi.
Terpisah, korban jambret pada Minggu 9 Oktober 2022 dini hari, Tika mengatakan mengalami hal serupa dengan kejadian di Jalan Caman. Ponsel miliknya raib dirampas jambret.
“Waktu itu kami pulang latihan karate, memang ada kegiatan, jadi dini hari baru pulang. Saya dan teman saya berboncengan naik sepeda motor melewati Jalan Jaya Wijaya, jalannya memang sepi apalagi sudah pukul 3 pagi kami lewat,” bebernya.
Saat asyik mengobrol lanjutnya, tiba-tiba ada pengendara motor mendekati mereka dan langsung mengambil ponsel rekannya yang disimpan di dasbor motor. Setelah itu si jambret memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
“Padahal di dasbor itu ketutupan kain, jadi tidak kelihatan ada ponsel. Setelah kejadian itu kami langsung pulang karena tidak berani juga mengejar jambretnya,” ungkapnya. (CP)




