CATATAN.CO.ID, Sampit – Berbagai tantangan dalam pelaksanaan ANBK tingkat ditemui beberapa pihak sekolah di wilayah Kotim. SDN 4 Sawahan menjadi salah satu contohnya.
“Saat simulasi kemarin, sempat kendala sinyal. Kami pun mencoba menghubungi pihak provider internet. Setelah dicek, akhirnya, kami minta untuk diupgrade,” ujar Dwi Endah Fitriastuti selaku Kepala SDN 4 Sawahan, Rabu, 1 November 2022.
Dwi Endah Fitriastuti pun mengaku, sebelum berkonsultasi dengan pihak provider internet pun, ia juga sempat berkonsultasi dengan sekolah lain, yakni SDN 7 Ketapang. Dari informasi yang ia dapatkan, pelaksanaan ANBK di SDN 7 Ketapang berjalan sangat lancar dan tidak ada masalah dengan koneksi internet.
Sontak, ia pun membawa beberapa unit laptop yang menjadi sarpras utama ANBK ke SDN 7 Ketapang.
“Kami sampai bawa 9 laptop ke sana. Ternyata di sana. Di SDN 7 Ketapang laptop kami juga bisa berjalan lancar seperti komputer mereka,” ungkap Dwi Endah Fitriastuti.
Akhirnya, ia bersama pihak SDN 7 Ketapang pun berusaha mencari penyebabnya. Setelah dicek, mereka pun menemukan perbedaan kecepatan jaringan internet antara SDN 7 Ketapang dengan SDN 4 Sawahan.
“Beda kecepatannya beberapa MBPS,” tambah Dwi Endah Fitriastuti.
Adapun, SDN 4 Sawahan melakukan ANBK mandiri pada dua gelombang, yakni gelombang pertama dan gelombang ketiga. Gelombang 1 dilaksanakan pada 24-25 Oktober 2022 lalu, dengan total siswa peserta ANBK sebanyak 10 orang.
Sementara 20 siswa peserta lainnya, ikut pada gelombang ketiga yang dimulai pada 31 Oktober dan selesai Selasa kemarin, 1 November 2022.
“Alhamdulillah, setelah kami upgrade jaringan, ANBK mandiri tidak ada hambatan. Semua berjalan lancar,” ujar Dwi Endah Fitriastuti. (C10)




