Selain Penerapan Sanksi Adat, Pegiat UMKM Daur Ulang Sampah juga Bisa Diberdayakan

Anggota DPRD Kotim Komisi III S. Parningotan Lumban Gaol
Anggota DPRD Kotim Komisi III S. Parningotan Lumban Gaol

CATATAN.CO.ID, Sampit – Selain penerapan sanksi adat buang sampah, Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Komisi III, S. Parningotan Lumban Gaol memberikan pandangannya. Agar, pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) daur ulang sampah juga bisa diberdayakan.

“Agar pengelolaan sampah di Kotim ini menjadi lebih optimal lagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim perlu didorong untuk memperhatikan, juga memperbanyak, membina, dan memberdayakan pegiat UMKM daur ulang sampah,” ujar Lumban Gaol.

Ia mengatakan, eksistensi para pegiat UMKM sampah sebenarnya sudah hadir di tengah masyarakat Kotim. Namun, mereka masih perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya, melalui pemberian bantuan-bantuan peralatan untuk daur ulang sampah.

“Misalnya saja, beberapa pegiat UMKM daur ulang sampah plastik yang memerlukan mesin pencacah sampah plastik. Bisa itu gelas plastik atau botol plastik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berpendapat, DLH Kotim seharusnya memberikan pembinaan secara intensif kepada pegiat UMKM daur ulang sampah tersebut.

Pembinaan intensif itu dapat meliputi, hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan di bidang daur ulang sampah.

“Nah, itu perlu disosialisasikan kepada para pegiat UMKM daur ulang sampah itu,” tegas Lumban Gaol.

Ia pun mencontohkan hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan kewirausahaan yang penting bagi pegiat UMKM daur ulang sampah. Misalnya saja, mulai dari pengenalan potensi produk daur ulang sampah, nilai guna dan ekonomisnya, efisiensi produksinya, hingga pemasarannya.

“Yang jadi masalah biasanya pegiat UMKM itu sering menemukan masalah di pemasarannya bagaimana. Itu juga perlu diajarkan kepada mereka,” ucap Lumban Gaol.

Sebut saja, beberapa UMKM daur ulang sampah yang memproduksi kompos yang ia nilai masih belum optimal. Di mana menurutnya, metode pemasaran yang kurang tepat menjadi penyebabnya.

Sehingga, katanya warga Kota Sampit tidak lagi memandang sampah sebagai beban dan hal yang tidak berguna. Tetapi, bisa juga menjadi peluang yang mendatangkan pundi-pundi keuntungan. (C10) 

BERITA TERKAIT