Sebagian Guru di Kotim Salah Gunakan Bahasa Indonesia

Masih Banyak Guru Kotim Salah Gunakan Bahasa Indonesia
Pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim).

CATATAN.CO.ID, Sampit – Pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengungkap fakta menarik. Ternyata, banyak guru nonmapel bahasa Indonesia yang kerap salah dalam pengucapan maupun penulisan, meski maksud yang disampaikan sudah benar.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan pelatihan ini diikuti 90 guru dari berbagai jenjang pendidikan, khususnya di luar guru mata pelajaran bahasa Indonesia.

“Biasanya kami hanya sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia, tapi sekarang kami tingkatkan kemahiran mereka. Ternyata selama ini banyak guru yang maksudnya benar, tapi pengucapannya tidak sesuai KBBI,” ujarnya, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia (UKBI) yang serupa TOEFL untuk bahasa Inggris. Namun, tes secara daring tersebut sempat tertunda akibat gangguan teknis dan dijadwalkan ulang pada 20 Agustus 2025.

“UKBI ini penting untuk mengetahui kemampuan guru nonbahasa Indonesia dalam berbahasa sesuai kaidah,” jelasnya.

Menurut Irfansyah, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia pada guru adalah investasi penting bagi kualitas pendidikan.

“Bahasa Indonesia adalah bahasa pembelajaran yang wajib di sekolah. Kalau gurunya bagus, pasti anak didiknya juga bagus,” tegasnya.

Disdik Kotim berharap pelatihan ini tidak hanya memperbaiki keterampilan bahasa para guru, tetapi juga menjadi langkah awal membangun budaya berbahasa yang baik dan benar di seluruh sekolah. (C-21)

Foto:Pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim).

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *