CATATAN.CO.ID, Sampit – Kerja keras Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam menangani stunting mendapat apresiasi Pemerintah Pusat. Kabupaten ini dinobatkan menjadi yang terbaik dalam penanganan stunting di Provinsi Kalimantan Tengah.
Wakil Bupati Irawati mengatakan, penghargaan ini berkat kerja keras segenap elemen yang terlibat. Ini menjadi wujud keseriusan dan pengakuan terhadap keseriusan pemerintah daerah menangani stunting.
“Alhamdulillah Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi peringkat pertama penanganan stunting untuk lokus di Provinsi Kalteng,” kata Irawati dari Makassar, Kamis, 7 Juli 2022.
Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan dalam acara yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat di Makassar, Sulawesi Selatan.
Ini merupakan rangkaian workshop penguatan pelaksanaan percepatan penurunan stunting dan pemberian penghargaan atas penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting di regional I yang berlangsung pada 6 hingga 8 Juli 2022.
Stunting merupakan penyakit gagal tumbuh pada anak yang dipicu kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kelahiran. Penyakit ini berdampak terhadap pertumbuhan fisik dan mental anak.
Kotawaringin Timur termasuk daerah dengan stunting tinggi. Keseriusan pemerintah daerah dan segenap elemen dalam menangani masalah ini ternyata mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
“Kotawaringin Timur menduduki peringkat pertama dengan penilaian kategori juara 1 inspiratif, juara 1 reflikatif dan juara 2 inovatif,” jelas Irawati.
Berdasarkan prevalensi sebaran stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur, per 27 Agustus 2021 lalu sebesar 22 persen. Angka itu menurun 5 persen dari 27 persen per 31 Desember 2020.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk lebih giat lagi dalam menangani stunting. Harapannya, angka stunting di daerah ini bisa terus ditekan sekecil mungkin. (C2)











