CATATAN.CO.ID, Sampit – Seorang Penyuluh Pertanian binaan Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, Hermanto menilai prospek di bidang holtikultura cukup menjanjikan. Karenanya generasi pelajar diharapkannya dapat tertarik dengan bidang holtikultura itu.
“Kita perlu menumbuh-kembangkan minat generasi muda terhadap bidang pertanian holtikultura. Karena menurut saya pangsa pasarnya lumayan cepat,” ungkapnya, Jumat, 3 Februari 2023.
Terlebih menurutnya, saat ini potensi sektor holtikultura Kotim masih kurang dioptimalkan. Bahkan Kotim masih banyak mendatangkan suplai hasil tanaman holtikultura dari luar Kotim seperti, Banjarmasin atau Pulau Jawa.
“Hasil tanaman holtikultura di Kotim masih kurang. Suplai sayuran masih banyak datengin dari Banjarmasin atau bahkan dari Pulau Jawa,” ujar Hermanto.
Karenanya ia pun termotivasi untuk menjadi pembimbing para siswa mengikuti program magang budidaya holtikultura. Para siswa tersebut berasal dari dari tiga sekolah kejuruan yang ada di Kotim yaitu SMKN 1 Cempaga, SMKN 2 Sampit, dan SMKN 4 Sampit.
Lokasi lahan yang digunakan para siswa tersebut berada di salah satu lahan penyangga pangan Kotim yang terletak di Komplek Perumahan Wengga Metropolitan Baamang, Sampit seberang Politeknik Sampit.
Hermanto mengatakan sejauh ini tanaman yang dibudidayakan adalah cabai dan jagung manis. Rencananya, mereka juga akan membudidayakan terung.
“Untuk jagung yang ditanam para siswa baru berumur 9 hari. Sedangkan cabai sudah 20 hari,” imbuhnya.
Pada hari ini, siswa diajarkan cara pemupukan yang tepat. Setelah itu, 16 dari 70 siswa yang menjadi peserta pada program magang tersebut diminta mempresentasikan apa saja yang sudah dilaksanakan selama mengikuti program magang holtikultura.
“Antusiasme siswanya luar biasa, ya. Kata para siswa banyak hal-hal menarik yang sebelumnya mereka tidak ketahui,” beber Hermanto. (C10)





