CATATAN.CO.ID, Sampit – Seorang pengurus masjid Nurul So’bah mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali oleh pemerintah.
Curahan hati pengurus masjid itu disampaikan langaung ke Bupati Kotim Halikinnor saat peninjauan Jalan Metro TV yang rusak, Jumat, 16 Juni.
Halikinnor didampingi putranya Angga Aditya Nugraha dan juga Sekretaris Daerah Kotim Fajrurrahman berkunjung ke Jalan Metro TV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Ia datang ke jalan tersebut dengan maksud meninjau Jalan Metro TV yang sedang dalam tahap pengerjaan agregat. Namun, sesampainya di lokasi, ternyata sudah ditunggu banyak warga yang menanti kedatangannya.
Melihat hal tersebut, iapun melemparkan senyuman khasnya, sambil menyapa dan berjabat tangan terhadap warga sekitar.
Kondisi tersebutpun dimanfaatkan olehnya untuk berbincang dan menyerap aspirasi dari masyarakat, dengan harapan setidaknya sedikit mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk warga di daerah wilayah tersebut.
Banyak perbincangan yang dilakukan dirinya bersama warga. Salah satunya dari seorang pengurus Masjid Nurul Sobah, yang mengaku sejak pembangunan hingga berdirinya tempat ibadah tersebut selama belasan tahun terakhir, belum sekalipun tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.
“Saat saya berbincang dengan warga, ada salah seorang pengurus Masjid Nurul Sobah yang bercerita sudah 17 tahun tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Bupati Kotim Halikinnor.
Hal itupun menjadi perhatiannya, bahkan di lokasi itu juga ia meminta Sekretaris Daerah Kotim agar mendata untuk diberikan sapi kurban 1 ekor di masjid tersebut.
Sedangkan, bantuan lainnya akan menyusul dikemudian hari sesuai ketersediaan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Yang dibutuhkan adalah pengecoran halaman masjid tersebut. Nantinya akan kami upayakan untuk pemberian bantuan,” kata Halikinnor.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat, terutama pengurus fardhu kifayah, agar mengajukan proposal untuk pengadaan tenda dan pengeras suara demi kebutuhan saat pemakaman dan lainnya.
“Program tersebut sudah berjalan, demi kepentingan masyarakat saat proses pemulasaran dan lainnya,” terang Halikinnor.
Dirinyapun sangat senang bisa bertemu langsung dengan masyarakat. Hal itupun dimanfaatkannya untuk menyerap keluh kesah dari warga di daerah tersebut. Dengan harapan bisa menjadi sebuah perhatian dan upayanya untuk mewujudkan apa yang dikehendaki warga di Kotim ini.
“Saya lebih suka bercerita seperti ini, karena dapat menciptakan suasana keakraban, dan tentunya silaturahmi yang tidak terputus,” terang Halikinnor. (C3)











