Pencapaian di Tahun 2022, Enam Sekolah di Kotim Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional

Perwakilan dari 6 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional 2022 Sabtu 7 Januari 2023
Perwakilan dari 6 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional 2022 Sabtu 7 Januari 2023

CATATAN.CO.ID, Sampit – Pencapaian sekolah adiwiyata yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur pada 2022 membanggakan. Sebanyak enam sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur berhasil menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2022.

Capaian prestasi itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Sri Fatmawati. Ia mewakili Kepala DLH Kotim, Machmoer.

“Untuk tahun 2022, ada 6 sekolah yang menerima penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional di Kotim ini. Ada SDS Anwar Karim VI, SMPN 3 Sampit, SMPS Hamparan 2, SMPS 1 Bumitama Antang Kalang, SDS Bumitama SBHE, SD Eka Tjipta Sapiri,” ujar Sri Fatmawati, Minggu, 8 Januari 2023.

Atas capaian prestasi itu, keenam sekolah tersebut juga mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Bupati Kotawaringin, Halikinnor pada Upacara Peringatan Hari Jadi  ke-70 Kotim.

“Kami berterima kasih sekali kepada Pak Bupati atas apresiasinya. Semoga ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi sekolah lainnya,” tutur Fatmawati.

Upacara Peringatan HUT Kotim itu pun dilaksanakan di Kantor Bupati Kotim, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sampit, Sabtu, 7 Januari 2023.

Sementara itu, Fatmawati menjelaskan, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah atau PLHBS.

“Gerakan PLHBS merupakana ksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup,” terangnya.

Penghargaan sekolah adiwiyata ini dapat diberikan kepada setiap jenjang satuan pendidikan sekolah, baik itu SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.

Fatmawati menambahkan, dalam kriteria pencapaian sekolah adiwiyata, warga sekolah perlu menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup antara lain, menjaga kebersihan, fungsi sanitase dan drainase.

“Kemudian, warga sekolah juga perlu melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman,” lanjutnya.

Selain itu, calon sekolah adiwiyata juga harus melakukan inovasi terkait perilaku ramah lingkungan hidup (PRLH). Serta, melakukan penghematan dan konservasi air dan energi. (C10)

 

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *