CATATAN.CO.ID, Sampit – Sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) seperti puskesmas pembantu (pustu) di Kabupaten Kotawaringin Timur ada yang kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Kasus ini mendapat sorotan DPRD sempat. Diminta agar pemerintah mencarikan solusi atas masalah ini.
Karena, kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu, jika kekurangan nakes maka akan berdampak pada pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pula. Bahkan menurutnya ada faskes yang sampai tutup lantaran tidak adanya nakes yang bertugas di lokasi tersebut.
“Sudah kekurangan nakes, ditambah lagi beberapa waktu lalu pemerintah melakukan evaluasi tenaga honorer, banyak yang gugur karena tidak lulus tes dan kontraknya tidak dilanjutkan. Akhirnya makin banyak kekurangan nakes kita, salah satunya Pustu di Desa Terantang,” kata Dadang, Jumat, 9 September 2022.
Menurutnya, Pustu di desa itu awalnya memiliki dua petugas yang berstatus tenaga honorer, namun keduanya tidak lulus dan akhirnya Pustu menjadi kosong dan tutup. Sehingga tidak ada lagi pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
“Masyarakat mengeluh karena tidak bisa berobat lagi, kalau ke Kota Sampit mereka merasa terlalu jauh dan memerlukan biaya transportasi. Sementara jika Pustu buka di daerah mereka, masyarakat bisa cepat mendapatkan pelayanan,” ungkapnya.
Untuk itu tambah Dadang, tidak hanya melakukan evaluasi saja seharusnya pemerintah juga memberikan solusi pasca banyak memberhentikan tenaga honorer di daerah ini. Padahal pemerintah sendiri mengetahui tenaga honorer selama ini sangat membantu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya di bidang kesehatan saja namun di semua lini. (CP)


