CATATAN.CO.ID, Sampit – Program pemerintah khususnya melalui Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya diharapkan dapat dimaksimalkan untuk membantu menekan angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Apalagi kita ketahui angka stunting di Kotim sendiri masih tinggi, sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk menanganinya. Contoh melalui program kampung KB dan bisa juga melalui kerjasama dengan perusahaan setempat untuk membagikan makanan bergizi,” kata Ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson, Jumat, 28 Oktober 2022.
Ia juga menilai, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka stunting di kabupaten ini sudah sangat baik, hanya saja keterlibatan dari semua pihak juga dibutuhkan, sehingga percepatan penurunan stunting dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
“Dengan keterlibatan banyak pihak, maka banyak sekali saran dan masukan untuk meminimalisir angka stunting di kabupaten ini, sehingga saya rasa ini perlu untuk ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim Suparmadi menyebutkan, ada tiga kecamatan dengan angka stunting tertinggi yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut dan Baamang. “Selain itu, ada tiga kecamatan yang mengalami kenaikan angka stunting yaitu Kecamatan Kota Besi, Cempaga dan Mentaya Hilir Selatan,” bebernya.
Dijelaskan, sejak 2019 lalu pemerintah pusat menetapkan Kotawaringin Timur sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting. Sejak saat itu juga penanganan stunting menjadi salah satu prioritas di Kotim. (CP)




