CATATAN.CO.ID, Sampit – Komisi Penanganan AIDS (KPA) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan sebanyak 31 kasus baru pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) di wilayah ini sepanjang Januari hingga Juni 2022.
Sekretaris KPA Kotim Asyikin Arpan mengatakan, kasus HIV yang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir bersifat fluktuasi. Kendati demikian, dia menyebut kasus HIV sama halnya seperti fenomena gunung es yang hanya terdeteksi atasnya saja namun bawahnya belum keliatan.
“Mereka yang terdeteksi bisa saja melakukan kontak dan menularkan ke banyak orang dan mereka ini belum diketahui,” katanya, Sabtu, 10 September 2022.
Sebanyak 31 yang terjangkit HIV/AIDS, menurut Asyikin, 24 atau sekitar 80% merupakan kasus orang dengan usia produktif berkisar antara 25 sampai 49 tahun. Mereka di antaranya yang mempunyai hubungan seksual beresiko. Selain itu juga ada dari kalangan ibu rumah tangga.
Meski dari 31 orang ini belum terdeteksi mengidap AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), namun untuk menekan angka dan memutus mata rantai penularan HIV/AIDS pihaknya saat ini gencar sosialisasi ke lembaga pendidikan.
“Seiring meredanya Covid-19 kami mulai aktif kembali sosialisasi ke sekolah dan mahasiswa. Mereka usia produktif, cikal bakal penerus bangsa jangan sampai tertular virus ini,” harapnya.
Saat ini sosialisasi yang sudah dan akan dilakukan pada 9 sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kotim dengan menyasar 1700 peserta yang mengikuti kegiatan. Sosialisasi juga dilakukan kepada aparatur sipil negara ASN di lingkungan Kecamatan yang ada di Kotim.
Agar jangkauan KPA lebih luas dalam memberikan pengetahuan terkait HIV/AIDS, juga akan dilakukan komitmen bersama PKK untuk menjangkau organisasi yang di dalamnya beranggotakan ibu-ibu.
“Supaya kami bisa melakukan sosialisasi lewat kegiatan PKK dari situ nantinya akan mudah untuk memberikan pengetahuan tentang HIV/AIDS pada organisasi lain seperti GOW, Bhayangkari dan lainnya,” tutupnya. (C9)
