CATATAN.CO.ID, Sampit – Keindahan Terowongan Nur Mentaya, di Jalan Tjilik Riwut Sampit, Kotawaringin Timur, terganggu dengan keberadaan kabel yang melintang di kawasan itu.
Paliansyah, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Baamang, menyayangkan adanya hal itu. Menurut Paliansyah, hal ini memang terkesan sepele tapi bila dibiarkan akan semakin menggangu.
“Ini membuat kawasan yang harusnya indah dipandang mata baik malam hari malam pun siang ini menjadi semrawut,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Lurah Baamang Barat ini, Senin, 6 Februari 2023.
Paliansyah mengaku tidak mengetahui persis, apakah itu kabel listrik atau kabel telepon. Namun yang jelas, instansi yang merasa memiliki dan mengelola fasilitas ini memerhatikan keberadaan kabel ini.
“Ini perlu dipertanyakan apa ada izin dari instansi yang berwenang untuk kabel menyeberang jalan. Sedangkan kiri kanan jln sudah ada tiang PLN atau Telkom,”tukas Paliansyah.
Paliansyah berharap agar hal ini dapat menjadi perhatian serius baik itu Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atau pun pemilik aset, yakni PLN atau Telkom.
Paliansyah, juga memimpikan agar Kota Sampit, dapat terbebas dari kesemrawutan kabel-kabel. Sebab diungkapkannya di kota-kota maju, hal ini sudah menjadi perhatian dan pertimbangan dalam hal tata kota.
“Bagaimana kota mau terlihat rapi dan indah kalau kabel-kabel masih semrawut. Perlu dipikirkan dalam hal penataan kota, bagaimana membangun jaringan listrik atau jaringan lainnya tanpa kabel-kabel yang semrawut itu. Mungkin mulai dipikirkan untuk di taruh di bawah tanah atau seperti apa inovasinya,” tutup Paliansyah. (C1)







