FGD Diharap Bantu Pengembangan Museum Kayu Sampit

Para peserta FGD Museum Kayu Sampit

CATATAN.CO.ID, Sampit – Lima tahun belakangan ini pembangunan Kotawaringin Timur (Kotim) telah menjadi sebuah rujukan wisata dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng.

Hal tersebut di sampaikan Asisten Setda Kotim Muhamad Saleh saat menghadiri acara Focus Group Diskusi (FGD) Museum Kayu.

“Kotim menjadi wisata rujukan itu adalah efek dari pilihan berwisata dan telah diakui keindahan alamnya oleh daerah-daerah lain,” ucapnya, Selasa, 4 Oktober 2022.

Menurut dirinya, museum di era sekarang menjadi objek yang sangat penting, hal ini ditunjang denganp9 munculnya kesadaran bahwa belajar tentang sejarah tidak zamanya lagi di hafal di depan kelas namun dipahami dan pelajar harus bersentuhan langsung tentang sejarah.

“Kalau diterapkan hal itu, sejarah bukan lagi menjadi pembelajaran yang membosankan tetapi berubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan,” tambahnya.

Dirinya meminta museum Kayu Sampit harus berani untuk beradaptasi dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Ellena Rosie berharap, dari forum diskusi ini dapat meningkatkan pelayanan dan tingkat kelas untuk museum Kayu Sampit. Serta para peserta diharapkan memberikan saran dan ide untuk strategi pengembangan Museum kedepannya.

“Dimuseum nantinya bukan hanya kita melihat benda-benda yang lama, tetapi kita juga akan membuat pola nilai pariwisata. Kedepannya mungkin halaman Museum Kayu akan kita masukan cafe ataupun makanan, hal tersebut dilakukan agar masyarakat datang berkunjung ke museum Kayu sambil menikmati nuansa di sana, saya berharap kawan-kawan yang ikut FGD bisa memberikan kreativitas untuk museum kayu sampit,” tutupnya. (C8)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *