DPRD Sarankan Pemkab Segera Tata Kawasan Terowongan Nur Mentaya 

Suasana kawasan Terowongan Nur Mentaya saat acara Hasupa Hasundau memperingati Hari Jadi ke 70 Kabupaten Kotawaringin Timur Sabtu 7 Januari 2023.
Suasana kawasan Terowongan Nur Mentaya saat acara Hasupa Hasundau memperingati Hari Jadi ke 70 Kabupaten Kotawaringin Timur Sabtu 7 Januari 2023.

CATATAN.CO.ID, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur disarankan segera menata kawasan Terowongan Nur Mentaya. Tujuannya agar kawasan yang berada di Jalan Tjilik Riwut itu membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah mengatakan, penataan perlu dilakukan seperti dalam hal parkir, lokasi pedagang dan lainnya. Hal-hal tersebut demi kenyamanan semua pihak dan jangan sampai menimbulkan masalah.

“Kita apresiasi inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Kotim dengan Ikon barunya Terowongan Nur Mentaya. Kemudian yang tidak kalah penting agar ada perencanaan penataan yang lebih rapih bagi UMKM kita di sekitar jalan tersebut agar tetap nilai ekonomis untuk masyarakat dapat, tetapi nilai estetikanya juga dapat,” kata Riskon di Sampit, Senin, 9 Januari 2023.

Riskon menilai, Terowongan Nur Mentaya merupakan terobosan yang baik. Keberadaan kawasan sepanjang tiga kilometer yang terletak di Jalan Tjilik Riwut itu membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Terowongan Nur Mentaya juga masuk rekor MURI dengan kategori rekor tiang lampu jalan dengan hiasan ornamen etnik terbanyak. Riskon menilai rekor MURI yang didapat tersebut merupakan kado terindah bukan hanya untuk Pemkab Kotawaringin Timur tapi untuk semua masyarakat di daerah ini.

“Dengan harapan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur bisa lebih dikenal lagi dan bisa menjadi salah satu daerah tujuan wisata baik lokal maupun domestik,” ujar Riskon.

Riskon mengaku sependapat sesuai arahan Bupati Halikinnor agar masyarakat menjaga dan memelihara aset daerah tersebut. Ikon baru yang membawa dampak ekonomi itu jangan sampai dirusak oleh tangan-tangan jahil dan tidak bertanggung jawab karena sudah pasti biasanya merawat itu lebih mahal dan sulit daripada membangunnya.

“Bila memang diperlukan sebaiknya saluran drainase yang agak mengganggu dikiri dan kanan jalan tersebut dibuat rata dengan jalan sehingga areal parkir bagi pengunjung bisa lebih leluasa,” kata Riskon.

Dia berharap penataan yang baik akan membuat Terowongan Nur Mentaya membawa manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat. Semua pihak harus terlibat mendukung pengembangan objek wisata baru tersebut. (C2)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *