CATATAN.CO.ID, Sampit – Kebijakan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memasukkan Festival Bubur Asyura dalam kalender pariwisata daerah, didukung DPRD setempat. Kebijakan ini diharapkan semakin memantapkan pelestarian tradisi bernuansa Islam itu sekaligus menjadikannya bagian dari promosi pariwisata.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu menyambut gembira hal itu. Dia menilai kebijakan tersebut wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi yang digelar menyambut 10 Muharam atau Hari Asyura tersebut.
“Kami sangat mendukung Festival Bubur Asyura dijadikan event tahunan pariwisata daerah. Bahkan melihat antusiasme masyarakat, kami optimis dengan keinginan Pak Bupati untuk memecahkan rekor Muri penyajian bubur asyura terbanyak pada tahun depan itu bisa tercapai,” kata Dadang di Sampit, Rabu, 10 Agustus 2022.
Penyajian bubur asyura menyambut 10 Muharam digelar di beberapa lokasi di Sampit. Pada Senin (8/8) lalu penyajian bubur asyura berskala besar dilaksanakan di kawasan Masjid Kota sekitar ikon Patung Jelawat dan permukiman warga di Jalan Juanda Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Selanjutnya pada Selasa (9/8), Festival Bubur Asyura digelar masyarakat Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang. Dadang kebetulan dipercaya menjadi Ketua Panitia acara tersebut.
Hadir dalam acara itu Bupati Halikinnor, Ketua DPRD Rinie, Wakil Bupati Irawati dan pejabat lainnya. Mereka berbaur dengan masyarakat untuk menikmati bubur asyura.
Dadang menyampaikan rasa bangganya karena Festival Bubur Asyura bisa berjalan lancar dan sukses. Acara itu murni digagas masyarakat dan dibiayai secara swadaya.
Dengan dijadikan bagian dari kegiatan pariwisata daerah dan dibiayai pemerintah, Dadang berharap Festival Bubur Asyura di tahun-tahun mendatang semakin meriah dan semarak. Harapannya, kegiatan itu juga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. (C2)











