Di Parenggean Harga Elpiji Subsidi Capai Rp55 Ribu, DPRD Bilang Begini

Elpiji Subsidi

CATATAN.CO.ID, Sampit – Harga isi ulang elpiji subsidi kemasan 3 Kg atau yang sering disebut gas melon memang kerap dikeluhkan lantaran mahal. Bahkan tidak tanggung-tanggung, saat ini di Kecamatan Parenggean harga isi ulangnya mencapai Rp 55 ribu per tabung.

“Untuk itu saya meminta pengawasan dari pihak pertamina dan BPH migas dimaksimalkan, terkait langkanya dan tingginya harga elpiji bersubsidi di Kecamatan Parenggean. Karena ini membuat masyarakat menjerit, semahal-mahalnya, baru ini saya dengar sampai Rp 55 ribu,” kata anggota DPRD Kotim dari Dapil V, Hendra Sia, Selasa, 1 November 2022.

Kalau perlu, lanjutnya, ditambahkan pangkalan di daerah itu untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan. Dan kalau memang merasa sudah cukup dengan pangkalan yang ada, harus di cek pendistribusiannya.

“Jangan sampai diselewengkan atau ada permainan antara pengecer dan pangkalan. Semua pangkalan ini perlu ditertibkan, karena ada dugaan pangkalan resmi bekerjasama dengan pengecer supaya mendapatkan untung lebih besar,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, jika ada gas yang datang, tidak sampai satu jam lamanya gas langsung habis terjual, padahal masih banyak warga yang belum kebagian. Sementara di pengecer atau di warung-warung selalu ada.

“Selama ini pengecer menjual hingga Rp 40 ribu, itupun masih ditoleransi oleh warga meski harga itu juga sudah tinggi dan jauh dari Harta Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun ketika mencapai Rp 55 ribu, masyarakat sudah tidak bisa mentolerir lagi,” tegasnya.

Ia juga nenegaskan, gas melon ini merupakan barang bersubsidi yang seharusnya tidak dimainkan untuk mencari keuntungan lebih. Dan sudah seharusnya pemerintah cepat tanggap terhadap persoalan yang melibatkan hajat hidup orang banyak ini. (CP)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *