CATATAN.CO.ID, Sampit – Sejauh ini masih ada desa di Kabupaten Kotawaringin Timur yang tidak mendapatkan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemerintah maupun pihak swasta. Padahal, di sekitarnya terdapat perusahaan besar swasta yang memiliki aliran listrik daya besar.
Kondisi ini mendapatkan sorotan anggota Komisi II DPRD Kotim, Parimus. Dia menilai, kondisi ini terjadi karena antara PLN, pemerintah dengan perusahaan yang berada dalam wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, kurang koordinasi.
“Kita ketahui masih banyak desa di Kotim yang masih belum merasakan listrik serta air bersih, terkadang masyarakat hanya mengandalkan sumur yang dibuat dengan cara tradisional untuk dikonsumsi sehari-hari. Ini karena tidak adanya listrik untuk digunakan dengan cara modern,” beber Parimus, Rabu, 7 September 2022.
Dilanjutkan, jika ada listrik, semua pekerjaan bisa dilakukan dengan mudah, termasuk mengambil air bisa dilakukan menggunakan mesin, sehingga warga tidak perlu lagi turun naik ke sungai atau bolak balik mengambil air dari sumur.
“Komitmen melakukan kerjasama penyaluran dan pembangunan jaringan listrik untuk warga yang berada di areal perkebunan harus diwujudkan agar masyarakat dapat merasakan fasilitas penerangan,” tukas Parimus. (CP)


