CATATAN.CO.ID, Sampit – Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur sudah melanda di 7 kecamatan dan puluhan desa. Atas kondisi tersebut Pemkab Kotim segera menetapkan status tanggap darurat bencana banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rihel mengatakan, rencananya pada Senin, 12 September 2022 pihaknya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir tersebut.
“Besok rapat menetapkan status tanggap darurat untuk banjir ini,” kata Rihel, Minggu, 11 September 2022.
Ditetapkannya status tanggap darurat banjir dikarenakan banjir yang makin parah. Diperkirakan banjir terjagi agak lama terlebih untuk daerah yang mendapat banjir kiriman, seperti Desa Hanjalipan.
Selain merendam beberapa kecamatan dan desa alasan lain dikarenakan banjir meyebabkan terkendalanya aktivitas masyarakat sehari-hari khususnya dalam bekerja.
“Memengaruhi ekonomi dalam hal pendapatan masyarakat itu salah satu dasar kita nanti menetapkan status tanggap darurat banjir,” ujarnya.
Sebagai bahan pertimbangan BPBD pihaknya akan meminta petunjuk dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca untuk beberapa waktu ke depan.
“Ditambah lagi perkiraan cuaca dari BMKG terkait curah hujan untuk bulan September ini,” katanya. (C9)






