Asap Karhutla Mulai Menghilang Setiap Jam 8 Pagi, Jarak Pandang Kembali Normal

Suasana langit Sampit pada pukul 08.00 WIB di Bundaran Belanga, Jalan Jenderal Sudirman KM 2,5 tampak tak ada asap.
Suasana langit Sampit pada pukul 08.00 WIB di Bundaran Belanga, Jalan Jenderal Sudirman KM 2,5 tampak tak ada asap.

CATATAN.CO.ID, Sampit – Kabut asapakibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. mulai menghilang setiap jam 8 pagi. Jarak pandang pun dilaporkan kembali normal.

“Kami mencatat jarak pandang pada pukul 08.00 WIB sejauh 8 km,” kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit, Lyla Affifah Harulbadrizza, Rabu 16 Agustus 2023.

Dia menyebutkan, jarak pandang tersebut sudah masuk ke dalam rata-rata jarak pandang normal di Kotim, yakni minimal 8.000 meter.

Hal ini pun menunjukkan semakin siang, asap karhutla semakin menipis dan jarak pandang di Sampit semakin baik.

Tercatat, pada pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat jarak pandang hanya sejauh 4 km. Pada saat itu, asap karhutla masih terlihat.

Lebih parahnya, jarak pandang pada pukul 06.00 WIB hanya sejauh 100 meter. Pada waktu inilah, asap karhutla memang terlihat pekat dan menyebabkan jarak pandang terbatas.

Hal ini tampak mengganggu kenyamanan warga saat berkendara. Dengan jarak pandang terbatas, para pengendara motor harus berhati-hati dalam memacu kendaraannya.

Sementara itu, seorang pedagang di Jalan Jenderal Sudirman KM 3, Rony mengatakan asap karhutla mulai tercium sejak jam 4.00 WIB.

“Asapnya mulai kecium pas Subuh. Sudah mulai pekat baunya dan biasanya memang mulai hilang jam 8 pagi,” ucapnya. (C10)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *