CATATAN.CO.ID, Sampit – Penurunan bendera merah putih pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung khidmat meski sempat diguyur hujan. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kotim dinilai berhasil menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Paskibra Kotim yang telah dikukuhkan sudah melaksanakan dua tugas utama, yakni pengibaran bendera pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik meskipun ada tantangan di lapangan karena kondisi habis hujan, tapi tidak menyurutkan semangat mereka,” kata Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kotim, Naning Sugiharti, Minggu, 17 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, tugas paskibra belum sepenuhnya selesai. Setelah rangkaian upacara, mereka masih akan mengikuti pawai pembangunan pada 30 Agustus 2025. Status sebagai anggota Paskibraka pun melekat hingga 2 Juni 2026, setelah peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Pada saat itu mereka baru dinyatakan sebagai Purna Paskibraka Indonesia dan bisa mengikuti diklat untuk menjadi duta Pancasila. Jadi, menjadi Paskibraka bukan akhir, melainkan langkah awal untuk mengembangkan diri sekaligus mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Di balik kekhidmatan upacara, Noor Rizky, pelajar MAN Kotim kelas 10 yang tergabung dalam Pasukan 45, mengaku tak menyangka bisa mengibarkan duplikat bendera pusaka.
“Bahagia sekali bisa mengibarkan dan menurunkannya. Ini memang cita-cita saya sejak lama, orang tua juga sangat mendukung. Impian saya menjadi paskibra akhirnya tercapai, dan ke depan saya ingin menjadi polisi,” ungkapnya. (C-21)







