Warga Jalan Iskandar Meregang Nyawa Pasca Berkelahi dengan Pemuda Mabuk

1000060762
Riski alias Onyong (Masker Putih) saat dibekuk aparat, Minggu, 17 Maret 2024, malam.

CATATAN.CO.ID, Sampit – Perkelahian terjadi di dermaga yang berada di Jalan Iskandar 21, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat pertikaian ini.

Salah seorang warga, Syahdan mengatakan, tragedi ini terjadi pada hari Minggu, 17 Maret 2024, sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu korban, Fauzi Abdullah (45) alias Dul sedang memancing ikan di Sungai Mentaya bersama isterinya.

Diwaktu yang sama, Riski alias Onyong dan dua rekannya sedang menenggak minuman keras jenis arak sembari mencuci motor.

”Kata warga yang melihat, adik saya (Dul) sedang memancing ikan di dermaga itu. Disitu juga ada si Onyong. Mereka berkelahi karena kesalahpahaman. Adik saya mengira joran nya ada yang mempermainkan, lalu menghempaskan kayu ke lantai dermaga,” ucap Syahdan, Senin, 18 Maret 2024.

Merasa tersinggung, Onyong pun langsung mendatangi korban. Keduanya berkelahi hingga saling mengunci. Warga yang melihat kejadian itu pun berusaha melerai. Perkelahian pun terhentikan, namun tidak berapa lama, keduanya kembali saling menyerang.

Onyong menerjang hingga kakinya mengenai tubuh korban. Setelahnya, pemuda berusia sekitar 20 tahun ini mendorong tubuh Dul hingga terjatuh.

”Waktu didorong, Dul langsung terjatuh. Kepala bagian belakang menghantam lantai dermaga yang terbuat dari papan kayu ulin hingga mengeluarkan darah,” sebut pria yang akrab disapa Mang Adan ini.

Warga yang melihat kejadian itu pun langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban yang sudah tidak sadarkan diri. Korban dilarikan ke IGD RSUD dr Murjani Sampit. Namun naas, sekitar pukul 20.30 WIB, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

”Waktu melihat Dul pingsan, saya langsung menyuruh Onyong pulang agar tidak di amuk massa. Setelah itu saya fokus menolong Dul. Tapi nyawanya tidak terselamatkan,” jelasnya.

Pelaku mengamankan diri di dalam rumahnya yang hanya berjarak kurang lebih 1 Km dari lokasi kejadian. Ia dibekuk oleh anggota Polres Kotim jajaran, TNI dan tiga anggota Satgas Batamad pada pukul 20.00 WIB. 

”Istri korban saat ini masih trauma. Almarhum memiliki dua anak yang masih SD. Pagi nanti jasad almarhum kami kebumikan. Kami berharap pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku,” tutur abang kandung korban. (C19)

aruna catering sampit

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang KamiRedaksi | Pedoman Media SiberDisclaimer

© Copyright catatan.co.id. Designed and Developed by catatan.co.id