Vaksinasi Pelajar di Kotim Perlu Ditingkatkan

Vaksinasi Pelajar di Kotim Perlu Ditingkatkan

CATATAN.CO.ID, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diminta terus meningkatkan vaksinasi untuk pelajar atau anak-anak agar terlindungi dari penularan COVID-19. Langkah ini juga mencegah kembali munculnya klaster sekolah dalam penularan virus mematikan itu.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu meminta Dinas Kesehatan bersama pihak terkait lebih mengoptimalkan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak, khususnya agar pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah lebih aman.

“Vaksinasi ini penting untuk peserta didik kita supaya tidak ada lagi muncul klaster sekolah. Anak-anak harus dilindungi dari penularan COVID-19, apalagi saat ini di daerah kita diputuskan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka,” kata Dadang, Senin 21 Februari 2022.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga akhir pekan tadi, dari target vaksinasi untuk anak-anak di Kotawaringin Timur sebanyak 44.295 orang anak, vaksinasi dosis 1 sudah tercapai 42,99 persen. Capaian Ini dinilai sudah cukup tinggi, namun perlu terus ditingkatkan.

Belum lama ini sejumlah sekolah di Sampit juga sempat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka lantaran ada guru maupun peserta didik yang tertular COVID-19. Munculnya penularan klaster sekolah tersebut harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi lagi di sekolah manapun.

Untuk itulah Ketua Fraksi PAN berharap pemerintah daerah terus menggencarkan vaksinasi untuk anak-anak. Harapannya terbentuk “herd immunity” bagi anak-anak sehingga mereka tidak mudah tertular virus mematikan tersebut.

Vaksinasi bagi peserta didik juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka. Dengan begitu, dunia pendidikan di daerah ini diharapkan kembali berjalan dengan baik.

“Tapi tentu pihak sekolah juga diharapkan terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat karena orang yang sudah divaksinasi pun masih bisa tertular COVID-19 meski risiko dan gejalanya lebih kecil,” harap Dadang.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur pada Senin, terdapat 13 kasus baru dandan 16 orang sembuh sehingga jumlah penderita COVID-19 di daerah ini kini menjadi 257 orang. Sebanyak dua orang dirawat di rumah sakit, sedangkan 255 orang menjalani isolasi mandiri di bawah pemantauan petugas kesehatan.

Saat ini Kotawaringin Timur masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 seiring terus meningkatnya kasus COVID-19. Proses belajar mengajar pun harus dilakukan secara terbatas dan wajib memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Susiawati memberikan dukungan kepada pelajar yang menerima suntik vaksin. Dengan adanya vaksinasi diharapkan akan tercipta herd immunity di lingkungan sekolah itu.

“Sehingga pembelajaran tatap muka terbatas bisa terus dilaksanakan meski kurva penularan Covid-19 saat ini kembali meningkat,” tandas Susi. (C2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *