Tuntutan Perbaikan Jalan Tak Digubris, 3 Warga Bakar Pos PT WNL Jadi Tersangka

Tuntutan Perbaikan Jalan Tak Digubris, 3 Warga Bakar Pos PT WNL Jadi Tersangka

CATATAN.CO.ID, Sampit – Akibat melakukan pengrusakan dan pembakaran pos jaga milik PT Windu Nabatindo Lestari (WNL), Tiga wargam yakni Boto (47), Muhammad Thony Chandra alias Toni (39), dan Sardianto alias Aja (39) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kotawaringin Timur.

Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Lajun Siado Rio Sianturi mengatakan, kejadian itu terjadi pada tahun lalu tepatnya pada Selasa, 6 September 2022, sekitar pukul 14.15 WIB. Peristiwa persisnya di Jalan Desa Pelantaran, RT 12 RW 06, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim.

“Waktu itu masyarakat berkumpul di sekitaran pos jaga, intinya mereka ada tuntutan kepada pihak perusahaan terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan yang menuju Desa Pelantaran Dalam, ” Kata Lajun, saat jumpa pers dengan wartawan ini, Selasa, 24 Januari 2023.

Kemudian ketiga tersangka serta warga membuat parit kecil dan portal di lima titik di tiga simpangan antara jalan desa dan jalan perusahaan PT.WNL. Keadaan tersebut membuat pihak PT.WNL tidak dapat melintasi jalan untuk membawa muatan buah kelapa sawitnya menuju Pabrik.

Adapun tujuan warga membuat portal tersebut yakni agar mendapatkan tanggapan dari pihak PT.WNL atas permintaan yang sebelumnya diajukan terkait perbaikan jalan desa, penyambungan instalasi listrik serta pemindahan Pos jaga security dari jalan desa.

Lanjut Lajun, Ketiga tersangka serta warga kemudian mendatangi Pos jaga security dan meminta seorang security untuk menghubungi pihak perusahaan agar dapat hadir dan menanggapi terkait permintaan warga.

Namun, saat security tersebut menelpon sambil di-loudspeaker agar didengar oleh ketiga tersangka dan warga, justru mereka merasa kecewa dengan jawaban pihak perusahaan dengan berkata, “Aneh-aneh saja.”

“Mendengar hal tersebut ketiga tersangka dan para warga secara spontan dan marah kemudian melakukan tindakan anarkis yang didahului oleh ketiga tersangka. Mereka melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap pos jaga itu lalu divideokan,” ungkapnya.

Setelah kejadian itu, pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kotim. Kemudian dilakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut dimulai dengan melakukan pengecekan video pengrusakan dan pembakaran untuk mengetahui siapa saja yang berperan dalam kejadian itu.

“Setelah dilakukan penyelidikan, sabtu kemarin ketiga orang itu ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dan sejumlah barang bukti 3 kayu, 3 buah bambu, 1 buah pelepah sawit, 1 buah seng, 1 buah kompor, 1 buah barbel utuh dan satu buah barbel putus,” jelasnya.

Ketiga tersangka diamankan ke Polres Kotim dengan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam pengrusakan dan pembakaran pos jaga security, pada hari Sabtu, tanggal 21 Januari 2023 untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut para tersangka disangkakan dengan pasal tindak pidana perbuatan melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana. (C11)

HARI JADI KE 70 KOTIM

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *