Tujuh Tahun Penantian, Nasib Pedagang Pasar Mangkikit Terombang-ambing

Tujuh Tahun Penantian, Nasib Pedagang Pasar Mangkikit Terombang-ambing

CATATAN.CO.ID, Sampit – Sudah sekitar tujuh tahun pembangunan Pasar Mangkikit di Jalan Pangeran Antasari, Sampit, Kotawaringin Timur, tak kunjung rampung. Pedagang merasa nasib mereka terombang-ambing. Terlebih bagi yang telah menyetorkan sejumlah uang untuk pembayaran kios di pasar itu.

“Sudah tujuh tahun kami menanti pasar ini jadi tapi tak kunjung selesai. Pedagang ini merasa terombang-ambing,” ucap Ketua Pengurus Pasar Mangkikit, Ahmad Soleh, Rabu, 19 Januari 2022.

Hal ini diungkap pengurus setelah menghadap Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, di rumah jabatan bupati, Selasa, 18 Januari 2022. Para perwakilan pedagang itu mempertanyakan kejelasan pembangunan pasar yang berada di Jalan Pangeran Antasari Sampit itu.

Para pengurus tampak kecewa setelah menghadap pimpinan daerah itu. Pasalnya, menurut mereka tak ada kejelasan soal pembangunan Pasar Mangkikit ini dari bupati.

Bupati meminta pedagang bersabar. Selanjutnya diminta mendata pedagang yang terlanjur memasukan setoran uang.
Bupati juga menjelaskan kepada pengurus bahwa pembanguan Pasar Mangkikit saat ini masih diaudit.

“Katanya, baru setelah itu diputuskan apakah diambil alih oleh pemerintah kabupaten, atau tidak. Tapi Bupati tidak berani memastikan kapan selesai audit itu. Sehingga tak diketahui ambang batasnya. Kalau sudah selesai audit seperti apa, tindaklanjutnya juga tidak jelas,” tambah Sekretaris Pengurus Pasar Mangkikit, Ferly Prishastono.

Pengurus menilai pemerintah kabupaten seolah lepas tangan akan pembanguan pasar yang dilakukan secara sistem built operate transfer ini.

“Bupati mengatakan bahwa kalau setor ke pihak ketiga pembangun (PT Herald Eranio Jaya) mungkin masih ada harapan. Tapi kalau lewat yang lain Bupati angkat tangan. Nah inikan berarti mau lepas tangan,” ungkap Agus Sugianto, pengurus Pasar Mangkikit lainnya.

Saat ini pengurus dihadapkan dengan masalah pedagang yang tidak mau terbuka soal setoran. Sejumlah pedagang masih ada yang enggan dan mau melaporkan jumlah nominal yang telah disetorkan dan memperlihatkan bukti pembayaran.

“Makanya kami imbau sudahlah, tidak usah takut dan malu, terbuka saja dengan pengurus. Laporkan kepada kami, sertakan bukti pembayaran. Sehingga kami bisa mendata dan ada bahan untuk mempertanyakan kembali ke pemerintah daerah soal uang yang sudah disetorkan ini,” imbau Soleh.

Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, saat ditanya wartawan menjelaskan bahwa pihaknya belum mengambil alih pembangunan Pasar Mangkikit. Saat ini pembangunan masih tanggung jawab pihak ketiga yakni PT Herald Eranio Jaya.

Halikinnor juga mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan audit terhadap proyek pembangunan pasar yang biasa disebut pasar subuh itu. Baru selanjutnya berani mengambil alih pembangunan bila hasil audit menunjukan tidak ada masalah dan aman secara hukum. (C1)

 

administrator

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *