Tingkat Literasi di Kalteng Rendah, Termasuk Kotim

Tingkat Literasi di Kalteng Rendah, Termasuk Kotim

CATATAN.CO.ID, Sampit – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut, tingkat literasi di provinsi itu tergolong rendah. Tak terkecuali di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala Balai Bahasa Kalteng, Valentina Lovina Tanate, menuturkan kondisi ini sebenarnya tak hanya terjadi di wilayah Kalteng, namun juga di Indonesia.

“Literasi di tempat kita masih rendah, bahkan kalau kita melihat secara nasional juga rendah,” katanya, belum lama ini.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assesment (PISA) yang dirilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 lalu, menyatakan Indonesia berada pada urutan ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi. Tepatnya Indonesia berada diurutan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Pada hasil survei itu pula diketahui tingkat literasi di Indonesia berdasarkan urutan provinsi dan persentasenya. Dan diketahui, Kalteng berada pada urutan ke-22 dari 34 provinsi se-Indonesia, dengan persentase Indeks Aktivitas Literasi Membaca hanya 33,86 persen. Kotim sebagai salah satu kabupaten yang berada di wilayah Kalteng juga termasuk dalam kategori rendah.

“Karena jangankan anak-anak, bahkan seorang guru pun masih kurang minat bacanya. Makanya itu, berdasarkan Permendikbud nomor 23 tahun 2015 para guru dituntut memiliki kemampuan literasi yang baik,” jelasnya.

Lanjutnya, sebagai upaya untuk mendukung meningkatnya status literasi, pihaknya kerap menggelar acara penyuluhan. Khususnya yang berhubungan dengan tugas pokok mereka, yakni pembinaan, pelindungan, dan pengembangan bahasa dan sastra.
Seperti penyuluhan secara virtual yang digelar tahun lalu dengan menjadikan seluruh tenaga pengajar di wilayah Kalteng sebagai pesertanya. Dalam penyuluhan secara virtual tersebut, ia menyebut Kotim merupakan wilayah dengan respon terbaik. Sehingga, pada 18 Januari 2022 lalu pihaknya menggelar bimbingan teknis secara langsung sebagai bentuk apresiasi pihaknya kepada para guru di Kotim.

Ia berharap respons baik seperti ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan, dan ini dapat menjadi langkah dalam memajukan tingkat literasi di wilayah ini. (C1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *