Takut Meninggal Dunia, Sebagian Orang Tua di Sampit Menolak Anaknya Suntik Vaksin

Takut Meninggal Dunia, Sebagian Orang Tua di Sampit Menolak Anaknya Suntik Vaksin

CATATAN.CO.ID , Sampit – Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun masih terus berjalan di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Namun, sampai dengan saat ini masih ada orang tua yang menolak. Mereka khawatir anaknya sakit hingga meninggal dunia.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri 9 Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Senin, 24 Januari 2022. Sejumlah orang tua tak bersedia anaknya divaksinasi karena takut meninggal dunia.

“Sebagian orang tua yang tidak mau anaknya divaksinasi karena takut sakit dan meninggal dunia. Padahal kami sudah jelaskan manfaat vaksinasi ini,” kata  Kepala SDN 9 Baamang Hilir, Sudiran.

Di SD tersebut sebanyak 158 orang tua yang menyatakan setuju atau sekitar 81,80 persen. Sementara yang tidak setuju ada sebanyak 34 orang tua atau 18,20 persen.

Pihak sekolah terlah berupaya dengan mensosialisasikan soal vaksinasi ini selama tiga hari. Pihak sekolah juga meminta para orang tua mendampingi anaknya saat divaksinasi, dan meminta yang sakit segera melaporkan.

Bahkan yang tidak setuju itu juga sudah kami panggil untuk menanyakan alasannya. Kami berikan penjelasan kembali, namun masih ada yang tidak setuju. Itu sudah bukan tanggung jawab kami lagi,” tandasnya.

Menurutnya, pihak sekolah mengaku ingin menyelamatkan anak-anak di sekolahnya dengan upaya vaksinasi ini. Bahkan saat mendapat kabar ada sekolah yang mulai vaksinasi, pihaknya langsung mengajukan ke puskesmas. Namun sejumlah orang tua tampaknya lebih memilih untuk tidak vaksinasi.(C1)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *