Sopir Mobil Pelat Merah Kabur Usai Tabrak Pengendara Motor

Sopir Mobil Pelat Merah Kabur Usai Tabrak Pengendara Motor

CATATAN.CO.ID, Sampit – Sopir mobil berpelat merah langsung kabur usai menabrak pengendara sepeda motor Yamaha Vixion, Rio dan rekannya Ridho Saputra, hingga kedua korban harus dilarikan ke rumah sakit setelah alami luka serius.

Diduga mobil jenis Toyota Hilux dobel kabin itu kendaraan dinas milik salah satu pejabat. Namun disayangkan usai menabrak korban, pelaku tidak bertanggung jawab dan melarikan diri.

Paman korban, Muhammad Jais mengatakan, kecelakaan terjadi di Jalan Tjilik Riwut di Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kejadiannya pada Minggu, 2 Desember 2021 sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat peristiwa ini kedua korban alami luka yang cukup serius.

“Rio saat kejadian itu tidak sadarkan diri karena mengalami pendarahan di daerah mata, telinga dan mulut. Ridho luka di pelipis mata dengan 13 jahitan, giginya tanggal dan luka bibir pecah yang cukup parah namun masih dalam keadaan sadar,” kata Jais, Senin, 3 Januari 2021.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Cempaka. Namun karena alami luka yang cukup parah keduanya dirujuk ke rumah sakit.

Kedua korban yang merupakan keponakan Jais itu berencana ingin pulang ke kampung halamannya di Desa Penda Durian, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim usai dari kediamannya di Kota Sampit.

Pengendara mobil jenis Toyota Hilux dobel kabin berpelat merah yang diduga sebagai pelaku tabrak lari Rio dan Ridho Saputra diminta oleh keluarga korban untuk bertanggung jawab.

“Kami beri waktu 2×24 jam, jika tidak ada itikat baik untuk bertanggung jawab maka kami akan cari sendiri pelaku dan tuntut secara hukum,” kata paman korban, Muhammad Jais, Senin, 3 Januari 2021.

Menurut Jais, pelaku penabrak harus bertanggung jawab, apalagi seperti diketahui salah satu korban Rio merupakan anak yatim piatu.

Jais menyebutkan, biasanya mobil jenis ini hanya diberikan sebagai kendaraan opersioanal Satuan Organisasi Perangakat Daerah (SOPD) setingkat kepala dinas dan camat atau instansi setingkat.

“Saya sebagai paman dari korban meminta kepada oknum yang merasa melakukan tindakan lakalantas tabrak lari dimaksud untuk segera menghubungi saya dan keluarga atau bagi kepala dinas atau camat yg merasa mendelagasikan atau menugaskan staf atau juga langsung ikut berkendaraan bersama dengan pelaku agar segera menghubungi kami, atau juga para orang tua atau istri yang punya suami melakukan perjalanan dinas pada hari ini untuk segera memberi pemahaman kepada anak atau suaminya agar bertanggung jawab,” tandasnya. (C4)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *