Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

CATATAN.CO.ID, Sampit – Titi Ari Wigati, guru SMAN 1 Mentaya Hilir Utara mengatakan, pelecehan seksual tidak hanya bisa terjadi di dunia nyata namun juga di dunia maya atau dunia digital.

Menurutnya, hal itu lantaran tidak memperhatikan etika digital. Etika dalam dunia digital berperan seperti rambu lalu lintas yang berada di jalan. Etika digital membantu mengatur agar dunia digital tidak menjadi chaos atau kacau balau. “Pelecehan seksual di dunia digital yakni perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan baik secara verbal atau fisik yang merujuk pada seks,” kata Titi, belum lama ini.

Sementara pelecehan seksual secara verbal ditandai dengan menggoda, bercanda ataupun menanyakan hal-hal bersifat seksual yang tidak diinginkan ataupun membuat lawan bicara tidak nyaman, candaan yang menghina seksualitas, lelucon merendahkan berdasarkan jenis kelamin, candaan seksual tentang fisik atau penampilan/pakaian seseorang dan mengirimkan lelucon gambar seksual.

Kemudian pelecehan seksual fisik yakni pelecehan isyarat termasuk Bahasa tubuh/ Gerakan tubuh bernada seksual seperti kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, isyarat dengan jari, dan menjilat bibir. Pelecehan fisik termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah keperbuatan seksual seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap penuh nafsu.

“Kalau bentuk pelecehan seksual di ruang digital yakni perilaku menggoda dengan kalimat atau ajakan berkonten seksual meski sudah ditolak berkali-kali, pelecehan gender dengan komentar cabul atau humor tentang seks dari gender tertentu ke gender lainnya serta penyuapan seksual yakni tindakan dimana pelaku memanipulasi kekuatannya terhadap korban. Selain itu juga pemaksaan seksual disertai ancaman dan pelanggaran seksual dengan menyentuh, meraba, memegang bagian tubuh seseorang secara paksa tanpa adanya persetujuan,” jelasnya.

Lanjut Titi, upaya yang dilakukan untuk menghindari pelecehan seksual di dunia digital yakni hindari berpartisipasi dalam forum atau situs yang memancing cyber harassment, gunakan google alerts, fitur ini akan memfasilitasi pemberitahuan email yang dikirim setiap anda atau nama keluarga anda muncul secara online. Serta Hindari menggunakan jejaring sosial atau forum online sebagai buku harian. “Kemudian perlu diingat, melakukan pembaruan status dan mengunggah cerita tentang kehidupan pribadi anda membuka peluang bagi orang lain untuk melancarkan niat buruk. Jika anda benar-benar ingin membagikan sesuatu yang bersifat pribadi, lebih baik dikirimkan melalui pesan pribadi langsung kepada orang yang dituju,” pungkasnya. (a/)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *