Kondisi Darurat, Rudianur Dorong Dishub dan PU Koordinir Perbaiki Jalan Lingkar Selatan

Kondisi Darurat, Rudianur Dorong Dishub dan PU Koordinir Perbaiki Jalan Lingkar Selatan

CATATAN.CO.ID, Sampit – Belum diperbaikinya Jalan Mohammad Hatta atau sering disebut lingkar selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, membuat sejumlah sopir berinisiatif menghimpun sumbangan dengan menyiapkan meletakkan tempat uang di muara persimpangan sekitar Bundaran KB Jalan HM Arsyad.

Menanggapi itu, Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur Rudianur mengaku sangat prihatin. Seharusnya masalah ini cepat ditangani pemerintah karena kerusakan jalan khusus angkutan berat untuk menuju dan dari Pelabuhan Bagendang itu sudah lama dikeluhkan.

“Kami mendorong pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengkoordinir perbaikan jalan tersebut. Komunikasikan dengan perusahaan-perusahaan supaya mereka membantu perbaikan jalan itu,” kata Rudianur, Jumat, 14 Januari 2022.

Tahun 2021 lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memang berjanji mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun hingga memasuki 2022, janji itu belum terealisasi.

Saat ini jalan yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi itu kembali rusak. Kubangan dengan kedalaman hingga sekitar 50 centimeter di sejumlah titik rawan menyebabkan kendaraan berat seperti truk, terbalik.

Menurut Rudianur, perlu penanganan darurat agar jalan tidak semakin rusak sehingga angkutan bisa kembali melintas dengan lancar di jalan itu. Dengan begitu, angkutan berat tidak perlu beralih melintasi jalan dalam Kota Sampit sehingga jalan dalam kota tidak rusak.

Dia juga mengajak perusahaan untuk lebih peduli dalam membantu memperbaiki kerusakan jalan. Apalagi, banyak perusahaan yang armadanya juga memanfaatkan ruas jalan yang membentang dari Jalan Jenderal Sudirman hingga HM Arsyad tersebut.

“Pemerintah kabupaten harus mampu mengkordinir agar perusahaan-perusahaan yang katanya sudah ada konsorsiumnya itu untuk membantu perbaikan jalan. Jadi materialnya dari bantuan perusahaan, operasional alat berat untuk perataannya dari Dinas Pekerjaan Umum,” saran Rudianur.

Sementara itu Teguh, salah seorang sopir berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan lingkar selatan. Jika belum memungkinkan untuk diperbaiki secara permanen, setidaknya perbaikan dilakukan secara darurat sehingga jalan itu bisa fungsional atau tetap lancar untuk dilewati kendaraan berat.

“Kami berharap jalan ini diperbaiki. Kami juga tidak ingin melewati jalan dalam kota karena berisiko tinggi, apalagi kami membawa muatan. Makanya kami sangat berharap jalan ini segera ditangani,” pungkas Teguh. (C2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *