Kadinkes Kotim Imbau Kantin Sekolah Hindari Makanan dengan Pengawet dan Pewarna Kimia

Kadinkes Kotim, Umar Kaderi tengah memberikan sambutan dalam orientasi AoC PTM di SMAN 1 Sampit, Selasa, 14 Mei 2024
Kadinkes Kotim, Umar Kaderi tengah memberikan sambutan dalam orientasi AoC PTM di SMAN 1 Sampit, Selasa, 14 Mei 2024

CATATAN.CO.ID, Sampit – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kadinkes) Kotim, Umar Kaderi mengimbau kepada kantin sekolah untuk menghindari makanan dengan pengawet dan pewarna kimia.

Imbauan itu dia sampaikan dalam pembukaan kegiatan Orientasi Agent of Change (AoC) Penyakit Tidak Menular Tingkat Kotim di SMAN 1 Sampit, Selasa, 14 Mei 2024.

“Kepada Kepala Sekolah/Madrasah kepada kepala sekolah/madrasah, saya titipkan kantin sekolah/madrasah agar dapat menyediakan makanan yang bersih, aman, sehat, bergizi dan upayakan alami. Hindari makanan dengan pengawet, pemanis kimia, penyedap rasa, pewarna kimia, pengenyal kimia dan atau bersoda,” kata Umar.

Menurutnya, fungsi kantin sehat harus dikembalikan. Yakni, untuk memfasilitasi peserta didik yang tidak sempat sarapan atau perlu makan siang tetap terpenuhi kebutuhan gizinya. Sehingga, para peserta didik bisa konsentrasi belajar,

“Kerja sama yang sudah terbina dengan puskesmas terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar variasi dan inovasi pelayanan kesehatan di sekolah/madrasah menjadi lebih optimal,” imbuh Umar.

Terlebih, pemerintah telah berupaya melakukan beragam kebijakan untuk menciptakan generasi penerus yang sehat di sekolah/madrasah. Mulai dari update undang-undang kesehatan, penerbitan peraturan menteri kesehatan terkait penyakit tidak menular, kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (phbs), hingga gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (germas).

Bahkan, pemerintah juga membuat integrasi layanan kesehatan primer, promosi cerdik, posbindu ptm, usaha kesehatan sekolah/madrasah dan lain-lain. Hal itu merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit tidak menular.

“Upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, terutama masyarakat di lingkungan sekolah/madrasah. karena sekitar separo penduduk indonesia adalah pemuda yang sebagian besarnya adalah anak usia sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa. generasi penerus bangsa harus disiapkan dengan baik, hidup sehat dan terjaga dari penyakit menular dan tidak menular,” demikian Umar Kaderi. (C10)

Ucapan Selamat Lebaran Catatan 2024

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang KamiRedaksi | Pedoman Media SiberDisclaimer

© Copyright catatan.co.id. Designed and Developed by catatan.co.id