Guru di Kotim Dituntut Bisa Membuat Karya Tulis Ilmiah

Guru di Kotim Dituntut Bisa Membuat Karya Tulis Ilmiah

CATATAN.CO.ID, Sampit – Guru di semua jenjang pendidikan di Kotawaringin Timur dituntut bisa membuat karya tulis ilmiah. Ini penting sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Valentina Lovina Tanate menuturkan, berdasarkan peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Permenpan RB) nomor 16 tahun 2009 tetang jabatan fungsional guru, setiap guru yang ingin naik jabatan menjadi  golongan III-B ke atas wajib membuat karya tulis sebagai bukti profesionalisme dalam bertugas.

Sebab itu, ratusan guru diikutkan dalam bimbingan di bimbingan teknis penulisan karya ilmiah dan karya tulis populer yang digelar oleh Balai Bahasa Kalteng. Dengan adanya bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah.

“Ini sebagai upaya Balai Bahasa Kalteng untuk membantu para guru. Karena sesuai aturan pemerintah, ketika ingin naik pangkat harus ada karya tulis yang dihasilkan oleh guru,” ujarnya, Selasa (18/1).

Aturan kementerian tersebut telah efektif sejak 2014 lalu. Jadi bila tanpa menyertakan karya tulis ilmiah pengajuan permohonan kenaikan jabatan guru tidak akan diterima.

Balai Bahasa Kalteng merupakan lembaga yang bergerak di bidang bahasa dan sastra. Lembaga ini berperan dalam membantu guru agar dapat menghasilkan tulisan ilmiah.

Valentina menjelaskan bimtek yang dilaksanakan pihaknya merupakan salah satu pemenuhan tugas dan fungsi mereka yang terdiri dari 3 hal, yakni pembinaan, perlindungan, dan pengembangan bahasa dan sastra.

“Di sini kami melakukan pembinaan, sasarannya adalah para guru di Kotim. Dengan harapan para guru mampu menulis sebuah karya ilmiah dan karya tulis populer dengan baik,” jelasnya.

Adapun, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 18 hingga 21 Januari 2022. Pihaknya mendatangkan berbagai narasumber yang berkualitas dan kompeten di bidang bahasa dan sastra, salah satunya Ketua Umum Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Pusat, Profesor  Doktor Suwardi Endraswara.

Diharapkan, pada akhir bimtek ini nanti para guru yang menjadi peserta akan mampu menghasilkan suatu karya ilmiah dan karya tulis populer. Dan nantinya dapat dipublikasikan melalui HISKI Eka Hapakat dalam bentuk jurnal ilmiah dan majalah karya tulis populer. (C1)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *