Guru di Cempaga Tagih Pencairan Biaya Operasional Sekolah  Daerah

Guru di Cempaga Tagih Pencairan Biaya Operasional Sekolah Daerah

CATATAN.CO.ID, Sampit – Para guru di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, menagih pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Pasalnya pencairan Bosda pada tahun 2021 belum maksimal. Sementara keperluan sekolah banyak bergantung pada bantuan tersebut, salah satunya gaji guru honorer.

“Hingga saat ini pembayaran Bosda baru sampai triwulan II, mohon tindak lanjutnya,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Cempaga, Nandar, belum lama ini.

Nandar mengaku mewakili rekan-rekannya sesama tenaga pendidik untuk menyampaikan keluhan tersebut pada pimpinan daerah. Ini beriringan dengan dengan harapan dana Bosda segera cair.

Sementara itu, Bupati Kotim, Halikinnor, menjelaskan bahwa ada keterlambatan dalam pembayaran Bosda Kotim tahun ini. Ia menjelaskan, pada awal tahun 2020 Kotim, maupun Indonesia pada umumnya, dilanda musibah nasional, yakni pandemi Covid-19.

“Hal ini membuat pemerintah pusat mengambil beberapa kebijakan guna menangani musibah tersebut, antara lain adanya refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19,”kata Halikinnor.

Alhasil, anggaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim menjadi sangat terbatas dan berimbas pada sejumlah program Pemkab Kotim, baik yang baru direncanakan maupun sudah berjalan. Seperti program Bosda.

“Tahun 2020 pandemi Covid-19 masuk ke wilayah kita, ada pemotongan, refocusing anggaran dan lain-lain, sehingga dana kita habis,” ujarnya.

Di samping itu, di awal pemerintahan ini tanggung jawab yang diterima juga sangat berat, pasalnya sebagai pimpinan daerah ia mewarisi hutang sebesar Rp 500 miliar dari program multiyears yang dilaksanakan pada pemerintahan sebelumnya.

Kendati demikian,ia mengaku pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah ini. Bahkan, ia berjanji pada tahun 2022 mendatang pihaknya akan membayarkan dana Bosda secara penuh. Ia memastikan tak akan ada pemotongan dana Bosda selama 4 triwulan. (C1)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *