Cara PAUD Mekar Sari Kenalkan Para Pahlawan Kepada Anak Didiknya

Cara PAUD Mekar Sari Kenalkan Para Pahlawan Kepada Anak Didiknya

CATATAN.CO.ID, Sampit – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, PAUD Mekar Sari melakukan upacara peringatan dan mengajak anak-anak untuk mewarnai menggunakan kostum pahlawan kesukaan mereka.

Menurut Kepala PAUD Mekar Sari, Ardita Dewi Juwita, kegiatan mewarnai tidak diperlombakan. Namun hanya sebagai pengenalan kepada anak-anak terhadap para Pahlawan. “Anak-anak juga memakai kostum pahlawan kesukaannya, saat mewarnai anak-anak antusias sekali,” kata Dita, Rabu 10 November 2021.

Menurutnya, makna penting dari Hari Pahlawan bagi anak di PAUD Mekar Sari yakni pihaknya menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta negara. “Peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya tentu bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta negara dalam diri anak para penerus bangsa. Rasa cinta pada negara sangat penting untuk ditanamkan dalam diri anak sejak dini karena hal ini dapat menjadi salah satu semangat mereka untuk belajar semakin giat dan menjadi Pelajar Pancasila dengan Metode Merdeka Belajar tentunya,” jelasnya.

Pihaknya juga berusaha menanamkan nilai perjuangan, yang mana perjuangan para pejuang bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang patut untuk diteruskan bagi generasi muda. “Jika dahulu para pejuang berjuang dengan berbagai pertempuran di medan perang, berbeda dengan perjuangan yang harus dilakukan generasi muda pada masa ini. Perjuangan tersebut dapat berupa aktivitas maupun karya yang dihasilkan untuk mempertahankan keutuhan negara dan memajukan negara,” tegasnya.

Nilai juang ini juga harus ditanamkan pada setiap anak agar selalu semangat dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita. Kemudian pihaknya juga mengajarkan keberanian kepada anak-anak, keberanian yang ditunjukkan oleh para pejuang Indonesia di masa lampau adalah contoh yang sangat baik untuk generasi muda.

Keberanian memperjuangkan hak kebebasan dan bernegara warga Indonesia pada masa lampau merupakan cerminan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada, khususnya dalam hal pendidikan, anak mampu memecahkan masalahnya sendiri. “Nilai keberanian harus dimiliki setiap anak agar punya daya juang dalam hidup. Dengan memberikan stimulasi dalam mengidentifikasi masalah, mencari sosuli, memotivasi/ dukungan, dan penghargaan untuk hasil yang anak peroleh itulah strategi pendidik dalam menstimulasi anak untuk memecahkan masalah,” ungkapnya.

Dita menambahkan, hal lain yang juga mereka ajarkan yaitu nilai keberagaman yang ada di Indonesia. Mengingat para pejuang bangsa Indonesia pada masa lampau berasal dari berbagai penjuru daerah yang tersebar di Indonesia. Hal ini memberikan arti bahwa sikap dan sifat gotong royong sangatlah kental dan menjadi warisan budaya Indonesia. Tanpa memandang suku, ras, agama, dan perbedaan-perbedaan lainnya, kemerdekaan Indonesia bisa dipertahankan pada saat itu dan hingga sekarang dengan harapan menjadi pelajar Pancasila. “Dengan demikian, hal tersebut dapat membentuk karakter diri seorang anak menjadi pribadi yang gemilang,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *